Ciri-ciri kemandulan pada laki-laki dan perempuan.(Dok. Magnific)
MASALAH infertilitas alias kemandulan tetap menjadi tantangan besar bagi banyak pasangan di Indonesia. Kondisi ini didefinisikan sebagai kegagalan untuk mencapai kehamilan setelah satu tahun melakukan hubungan intim secara rutin tanpa perangkat kontrasepsi.
Berdasarkan info medis, infertilitas dapat dipicu oleh gangguan kesehatan pada laki-laki maupun perempuan. Namun, sering kali gejala-gejala awal tidak disadari hingga pasangan melakukan pemeriksaan mendalam ke tenaga medis.
Gejala Infertilitas pada Perempuan
Pada perempuan, indikasi kemandulan sering kali berangkaian erat dengan siklus reproduksi dan keseimbangan hormon. Beberapa karakter nan perlu diwaspadai antara lain:
- Siklus Menstruasi Tidak Teratur: Durasi siklus nan kurang dari 21 hari alias lebih dari 35 hari dapat menandakan adanya gangguan ovulasi.
- Amenore alias Oligomenore: Menstruasi nan sangat jarang alias tidak datang sama sekali sering dikaitkan dengan kondisi hormonal seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
- Nyeri Hebat: Dismenore (nyeri menstruasi hebat) alias dispareunia (nyeri saat berasosiasi intim) bisa menjadi indikasi endometriosis alias kelainan organ reproduksi.
- Perubahan Fisik: Kenaikan berat badan drastis, jerawat parah, hingga pertumbuhan rambut berlebih (hirsutisme) akibat perubahan hormon.
Ciri-Ciri Mandul pada Pria
Infertilitas pada laki-laki juga mempunyai tanda-tanda spesifik nan memengaruhi kualitas dan pengedaran sperma, di antaranya:
- Gangguan Hormon: Ditandai dengan penurunan antusiasme seksual (libido) alias perubahan pada pola pertumbuhan rambut.
- Masalah pada Testis: Adanya nyeri, pembengkakan, alias benjolan nan bisa merujuk pada kondisi varikokel alias infeksi.
- Disfungsi Seksual: Gangguan ereksi alias masalah ejakulasi nan tidak optimal.
- Volume Sperma Rendah: Sedikitnya cairan sperma nan keluar saat ejakulasi dapat menurunkan kesempatan pembuahan secara signifikan.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Pasangan disarankan segera memeriksakan diri jika belum mengandung setelah satu tahun mencoba. Bagi wanita di atas 35 tahun, pertimbangan medis sebaiknya dilakukan lebih awal, ialah setelah enam bulan. Pria dengan riwayat gangguan prostat alias testis juga dianjurkan melakukan pemeriksaan awal tanpa menunda.
Mengenali indikasi sejak awal sangat krusial agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat, sehingga meningkatkan kesempatan keberhasilan program kehamilan bagi pasangan suami istri. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·