Cincin Elite Yunani Kuno Ternyata Dibuat dari Besi Meteorit

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Cincin Elite Yunani Kuno Ternyata Dibuat dari Besi Meteorit Cincin Meteorit(Doc Science Alert)

SEBUAH temuan arkeologi mengungkap kebenaran menarik tentang perhiasan elite Mediterania pada Zaman Perunggu. 

Sejumlah cincin nan dikenakan masyarakat elite Minoa dan Mycenaean di Yunani kuno rupanya kemungkinan dibuat menggunakan besi nan berasal dari meteorit, bukan dari bijih besi nan ditambang di Bumi. Temuan ini terungkap melalui penelitian terhadap puluhan artefak besi kuno.

Penelitian nan dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science jenis Agustus 2026 menganalisis komposisi 91 artefak besi dari Zaman Perunggu dan Awal Zaman Besi. 

Artefak tersebut berasal dari 33 situs arkeologi dan saat ini tersimpan di 19 museum. Para peneliti menggunakan teknologi portable X-ray fluorescence (p-XRF) untuk mengetahui komposisi logam tanpa merusak benda-benda berhistoris tersebut.

13 Cincin Mengandung Nikel

Dari 91 artefak nan diperiksa, 13 di antaranya berupa cincin dengan kandungan nikel signifikan, nan menjadi salah satu parameter bahwa besi tersebut kemungkinan berasal dari meteorit. 

Peneliti menyimpulkan sembilan cincin sangat mungkin dan satu lainnya cukup mungkin berbahan meteorit, sementara tiga lainnya tetap memerlukan penelitian lebih lanjut.

Sebagian besar cincin ditemukan di makam tholos dan makam berlorong berbareng barang berbobot seperti wadah emas, perhiasan amber, dan segel batu. Cincin tersebut umumnya memadukan besi kaya nikel dengan emas, perak, alias perunggu. 

Konteks penemuan ini mengindikasikan bahwa material meteorit kemungkinan bukan sekadar bahan perhiasan, tetapi juga menjadi simbol kekuasaan dan status sosial elite Minoa dan Mycenaean.

Mengapa Menggunakan Besi dari Luar Angkasa?

Pada Zaman Perunggu, teknologi peleburan besi tetap terbatas sehingga besi meteorit nan kaya nikel mempunyai nilai tinggi. Kandungan nikel tersebut menjadi petunjuk bagi intelektual untuk membedakan besi dari meteorit dengan besi hasil peleburan bijih di Bumi. 

Penelitian juga menunjukkan besi hasil peleburan lebih banyak digunakan untuk barang sederhana, sementara besi kaya nikel nan diduga berasal dari meteorit ditemukan pada barang berbobot tinggi seperti cincin.

Kemungkinan Berasal dari Mesir

Menariknya, para peneliti menduga material meteorit nan digunakan untuk membikin cincin tersebut kemungkinan berasal dari Mesir. Alasannya, meteorit relatif langka di wilayah Yunani, sementara area gurun Mesir mempunyai kondisi nan memungkinkan lebih banyak meteorit ditemukan.

Jaringan perdagangan nan telah berkembang di area Mediterania pada Zaman Perunggu memungkinkan material tersebut beranjak dari satu wilayah ke wilayah lainnya. 

Dengan demikian, cincin nan dikenakan elite Minoa dan Mycenaean kemungkinan menjadi bukti tidak hanya tentang teknologi metalurgi, tetapi juga mengenai jaringan perdagangan dan pertukaran material antarwilayah pada lebih dari 3.000 tahun lalu.

Tren Cincin Meteorit Berakhir Bersamaan dengan Runtuhnya Istana

Penggunaan besi meteorit sebagai simbol status mulai menurun ketika sistem istana Minoa dan Mycenaean mengalami keruntuhan, sementara besi hasil peleburan semakin banyak digunakan. 

Perubahan ini kemungkinan dipengaruhi aspek ekonomi, sosial, alias politik, meski bisa juga mencerminkan berakhirnya tren penggunaan cincin berbahan meteorit. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sejak ribuan tahun lalu, material dari luar Bumi kemungkinan telah dipandang spesial dan menjadi simbol kekuasaan elite Mediterania kuno.

Sumber: Science Alert, Science Direct

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia