China Yakin Ekonomi Tetap Digdaya, Target Pertumbuhan 2026 Turun Hanya Pedoman

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Dua penduduk berswafoto dengan latar belakang gedung bertingkat di Beijing, China, Minggu (11/5/2025). Foto: Pedro Pardo/AFP

Pemerintah China menyatakan bahwa sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2026 nan turun dari realisasi tahun lampau hanya menjadi pedoman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Chairman of APEC 2026 Senior Officials Meeting sekaligus President China Public Diplomacy Association, Chen Xu, mengatakan bahwa sebagai perekonomian terbesar kedua di dunia, China tetap menjadi sorotan dunia dan banyak negara belajar dari keberhasilan tersebut.

Selama beberapa tahun terakhir, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi tahunan China sekitar 5,4 persen. Pada tahun 2025, kontribusi China terhadap ekonomi dunia sekitar 30 persen.

"Perubahan drastis dalam ekonomi internasional, lingkungan perdagangan, unilateralisme dan proteksionisme tiba-tiba meningkat, dan ekspektasi pasar tentu saja terganggu. Itulah realita nan kita hadapi, tidak hanya China, namun semua bagian dunia," tegasnya saat Konferensi Pers Linjia 7 Salon di Beijing, China, dikutip Kamis (30/4).

Pada tahun 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) China tumbuh 5 persen, dengan total agregat lebih dari RMB 140 triliun. Chen menambahkan, dari sisi perdagangan, pertumbuhan ekspor China mencapai 6,1 persen.

Ekspor-Impor Naik

Chairman of APEC 2026 Senior Officials Meeting, Chen Xu, saat Konferensi Pers Linjia 7 Salon di Beijing, China, Senin (27/4/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Dalam dua bulan pertama tahun ini, lanjut dia, total ekspor dan impor peralatan China mencapai RMB 7,73 triliun, naik 16,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa ekonomi China tetap terbilang tangguh.

"Meskipun lingkungan internasional sangat kompleks dan beragam akibat serta tantangan, China bisa mewujudkan pertumbuhan nan cukup baik," kata Chen.

Selain itu, Chen juga menggarisbawahi bahwa China mempunyai pasar konsumen potensial terbesar di bumi dan ekonomi berkembang terbesar. Kondisi ini, menurutnya, mendukung momentum pertumbuhan jangka panjang nan kuat lebih terkonsolidasi.

Dengan demikian, dia menjamin bahwa esensial dan ketahanan pertumbuhan ekonomi China tetap sangat kuat. Ke depannya, pemerintah bakal menerapkan Rencana Lima Tahun ke-15 nan dimulai tahun ini, dan memberikan kepastian nan dibutuhkan bagi dunia.

"Terlepas dari beragam arus negatif, terlepas dari gelombang dan angin, China berada pada posisi nan baik untuk memastikan kapal raksasa ekonominya ini dapat berlayar maju," tegas Chen.

Sementara itu, Member of the Pacific Economic Cooperation Council, Zhang Jianping, menyatakan bahwa sasaran pertumbuhan ekonomi China tahun ini ialah dalam kisaran 4,5 persen sampai 5 persen, memang lebih rendah dari sebelumnya.

"Jika diakumulasikan dalam dolar AS, ekonomi China telah melampaui USD 20 triliun. Semakin besar ukurannya, dan karenanya pertumbuhan ekonomi nan relatif lebih rendah," ungkapnya.

Zhang mencontohkan, Amerika Serikat (AS) juga mempunyai pertumbuhan ekonomi nan relatif kecil, hanya 2-3 persen, namun keahlian perekonomiannya sangat baik. Dia pun menegaskan bahwa sasaran tersebut hanya menjadi pedoman di tengah ketidakpastian geopolitik global.

"Target kami bukanlah tujuan nan wajib, tetapi pedoman umum. Dan untuk pertama kalinya dalam satu dekade, China menggunakan kisaran pertumbuhan ekonomi dari 4,5-5 persen sebagai hasil pertimbangan bentrok geopolitik nan sering terjadi serta ketidakpastian dan ketidakstabilan dalam pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Meskipun ada beragam tantangan proteksionisme dan unilateralisme, lanjut Zhang, China tetap menjadi produsen sekaligus pasar konsumen tunggal terbesar kedua di dunia, apalagi nyaris menyaingi AS.

"Terlepas dari pangsa ekonomi AS nan besar, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya separuh dari kontribusi China. Jadi China bakal terus bekerja keras dan membujuk negara-negara lain untuk mencapai pertumbuhan nan lebih baik," jelas Zhang.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan