BEIJING - Kementerian Luar Negeri China telah mengonfirmasi penangkapan seorang akademisi Amerika Serikat (AS), menuduhnya melakukan spionase dan membahayakan keamanan nasional China.
U Min Zin, seorang kepala di sebuah lembaga think tank (wadah pemikir) nan berfokus pada Myanmar, ditangkap pada awal Juni, menurut sumber nan sebelumnya dikutip oleh New York Times.
Ia diduga menghilang saat berada di Kota Kunming, China, nan berbatasan dengan Myanmar, menurut laporan tersebut. Rincian lebih lanjut tentang penangkapan tersebut — nan tergolong tidak biasa, lantaran jarang bagi China untuk menangkap penduduk negara AS atas tuduhan keamanan nasional — belum diketahui secara pasti.
Penahanan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing untuk berjumpa Presiden China Xi Jinping, di mana pemimpin AS tersebut menerima sambutan nan meriah.
Hal ini juga terjadi menjelang kunjungan Pemimpin Jenderal Myanmar Min Aung Hlaing ke Beijing akhir pekan depan.
Beijing dikenal mempunyai hubungan dekat dengan junta Myanmar, pemerintah militer negara itu nan merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021.
Min Zin, nan dikenal sebagai aktivis mahasiswa selama aktivitas pro-demokrasi Myanmar tahun 1988, sempat melarikan diri ke Thailand untuk menghindari penangkapan oleh pemerintah militer. Ia kemudian pergi ke AS untuk belajar dan kembali ke Myanmar pada tahun 2010.
Menurut New York Times, saat ini dia tinggal di Thailand, tetapi kerap menghabiskan waktu di AS dan Myanmar.
Min Zin saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Institut Studi Strategis dan Kebijakan Myanmar (ISP-Myanmar), sebuah lembaga think tank nan berbasis di Thailand nan mempelajari peran China di Myanmar, termasuk kepentingan, hubungan, dan pengaruh regional China.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·