China Reshuffle Besar-besaran Pejabat Daerah Jelang Kongres Partai Komunis

Sedang Trending 1 jam yang lalu

China Reshuffle Besar-besaran Pejabat Daerah Jelang Kongres Partai Komunis

Ilustrasi.

JAKARTA – Gelombang pergantian kepemimpinan nan luas di beragam pemerintahan wilayah di China memunculkan kejadian menarik mengenai perpolitikan Negeri Tirai Bambu. Menjelang Kongres Nasional Partai Komunis China pada 2027, rotasi politik di tingkat atas berjalan dengan cepat, nan menurut pengamat mengedepankan penyelarasan politik dibandingkan stabilitas administratif.

Dilansir Nepal Aaja, Kamis, (22/10/2026), perubahan administratif terkini mencakup penugasan ulang enam pemimpin partai tingkat provinsi hanya dalam kurun waktu 48 jam pada bulan September lalu. Dalam rangkaian mutasi nan saling berkaitan, mantan pemimpin Gansu, Hu Changsheng, ditugaskan ke Tibet; mantan pemimpin Qinghai, Wu Xiaojun, dipindahkan ke Gansu; sementara Gubernur Gansu, Luo Dongchuan, dipromosikan untuk memimpin Qinghai. Perubahan di tingkat ketua serupa juga terjadi secara berbarengan di Fujian, Henan, dan Anhui.

Pergerakan sigap ini merupakan bagian dari pola restrukturisasi nan jauh lebih luas. Sejak Oktober 2023, 19 dari 31 wilayah tingkat provinsi di China telah mengalami pergantian kepemimpinan, dengan wilayah seperti Qinghai, Hubei, dan Anhui apalagi mengalami beberapa kali pergantian ketua dalam waktu nan berdekatan.

Secara historis, para pemimpin wilayah memegang kedudukan dalam lama nan cukup lama untuk melaksanakan visi kebijakan jangka panjang. Penelitian nan melacak penunjukan pejabat antara tahun 1994 hingga 2012 menunjukkan bahwa sekretaris partai tingkat provinsi sebelumnya menjabat dengan rata-rata lama 4,55 tahun, sementara gubernur menjabat dengan rata-rata 4,18 tahun. Namun, di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, rata-rata masa kedudukan tersebut merosot tajam menjadi sekitar 1,6 tahun pada tahun 2021.

Secara politis, rotasi nan sering dilakukan ini mencegah para pemimpin wilayah membangun pedoman kekuatan politik nan otonom, sehingga memitigasi akibat nan berangkaian dengan munculnya kembali "wilayah kekuasaan" lokal—seperti nan pernah terjadi di Chongqing dan Sichuan. Akan tetapi, pengawasan ketat dari pusat ini menimbulkan beban administratif nan cukup besar.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑