
Prosesi Ying Laoye di China.
JAKARTA — Pihak berkuasa China mengambil tindakan untuk menghentikan prosesi keagamaan tradisional Ying Laoye di beberapa wilayah Negeri Tirai Bambu. Insiden mengenai prosesi Ying Laoye di Jiangxi dan Guangdong dilaporkan melibatkan polisi nan menggunakan kekerasan untuk menindak massa.
Prosesi Ying Laoye, alias Pawai Leluhur, dulu dianggap sebagai tradisi tidak rawan dan merupakan bagian unik dari seremoni Tahun Baru Imlek. Dua kejadian baru-baru ini di Guangdong dan Jiangxi menunjukkan bahwa otoritas China memperketat pengawasan dan kendali terhadap aktivitas keagamaan serta komunal akar rumput.
Dilansir dari laporan Bitter Winter, Rabu (11/3/2026), di Desa Changmei, Chaozhou, Guangdong, prosesi Ying Laoye telah berjalan selama beberapa generasi. Penduduk desa biasanya membawa patung dewa setempat keluar dari kuil dan melalui jalan-jalan untuk memberkati organisasi mereka. Namun, pada malam 2 Maret, petugas polisi memblokir gerbang kuil dengan maksud menghentikan ritual tersebut.
Suasana sempat tegang, tetapi pemuda desa menerobos barisan polisi, membuka jalan menuju kuil, dan mengeluarkan patung tersebut. Prosesi kemudian bersambung dengan tenteram seperti biasanya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·