China Adopsi Rencana Lima Tahun ke-15, Perkuat Pengaruh di Asia Selatan dan Teknologi AI

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

China Adopsi Rencana Lima Tahun ke-15, Perkuat Pengaruh di Asia Selatan dan Teknologi AI

Ilustrasi. (Foto: unsplash)

JAKARTA - China resmi mengangkat Rencana Lima Tahun ke-15 nan bakal melangkah dari 2026 hingga 2030 selama Sidang Dua Sesi tahunan Kongres Rakyat Nasional Tiongkok pada awal bulan lalu. Rencana ini tidak hanya memetakan lintasan ekonomi domestik Tiongkok, tetapi juga berfaedah sebagai cetak biru strategis untuk memperdalam kehadiran Beijing di seluruh bumi berkembang, terutama di Asia Selatan.

Sidang Dua Sesi, nan menyatukan Kongres Rakyat Nasional dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok, berfaedah sebagai mesin kelembagaan di mana Partai Komunis mengubah prioritas politik menjadi kebijakan nan mengikat. Di bawah Xi Jinping, dokumen-dokumen ini telah bergeser dari pertumbuhan berkecepatan tinggi menuju kemandirian teknologi, keamanan nasional, dan pengarahan negara terhadap ekonomi.

Sidang tahun ini melembagakan pergeseran itu dalam skala besar, nan diperkirakan bakal berakibat pada area Asia Selatan selama lima tahun ke depan dengan langkah nan jauh melampaui pinjaman prasarana konvensional.

Saat ini, China mempunyai perdagangan dengan nilai mencapai nyaris USD200 miliar, meningkat dua kali lipat selama dasawarsa terakhir dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 6,3 persen. Angka tersebut terbagi menjadi sekitar USD100 miliar dengan India, USD27 miliar dengan Bangladesh, USD23 miliar dengan Pakistan, USD5 miliar dengan Sri Lanka, USD1,5 miliar dengan Nepal, dan sekitar USD1 miliar dengan Maladewa. China, dengan selisih signifikan, adalah mitra jual beli terbesar dari setiap negara Asia Selatan selain Bhutan.

Investasi China di Asia Selatan juga menunjukkan nomor mencolok. Menurut laporan Bank Dunia, Tiongkok telah memberikan pinjaman sebesar USD48 miliar kepada negara-negara Asia Selatan, dengan Pakistan, Sri Lanka, dan Bangladesh mempunyai utang rekor kepada Beijing.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com