Charoen Pokphand Tegaskan Tak Jual Ayam via Transaksi Online di Medsos

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) meminta masyarakat untuk mewaspadai tindakan penipuan nan mengatasnamakan perusahaan. Modusnya, pelaku menjual daging ayam pangkas melalui media sosial dengan nilai murah dari pasaran umum dan meminta pembayaran melalui transfer alias QRIS.

Belakangan, muncul laporan korban nan mengalami kerugian usai melakukan transaksi melalui media sosial. Pelaku menyatakan menjual produk dari CPI Bandung. Namun, setelah korban mentransfer uang, peralatan nan dijanjikan tidak dikirimkan.

Merespons perihal ini, Communication & Public Affair Coordinator CPI, Gun Affandy mengimbau agar masyarakat tidak percaya promosi melalui media sosial dengan langkah pembayaran melalui QRIS alias transfer ke rekening tertentu nan mengatasnamakan perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Silahkan melakukan pengecekan melalui Hotline kami 02I-692 0000. Apabila masyarakat mendapat alias menerima penawaran nan mengatasnamakan CPl, silakan konfirmasi ke jasa Hotline, petugas kami bakal melayani dan memberikan informasi," ujar Gun dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Gun menyampaikan modus penipuan tersebut sebenarnya sudah berjalan cukup lama dan telah berulang kali disosialisasikan melalui beragam media massa lokal hingga nasional. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan promosi-promosi penawaran penjualan nilai murah, apalagi dengan menyetorkan sejumlah duit terlebih dulu melalui QRIS / virtual account/e-Wallet.

"Kami tegaskan, bahwa selama ini kami tidak pernah menyediakan pembayaran melalui QRIS / virtual account/e-Wallet" tegas Gun.

Sementara itu, Vice President Hukum dan Komunikasi Publik CPI, Yustinus B. Solakira, menyarankan agar korban penipuan melaporkan kasus penipuan ini ke pihak kepolisian dengan tujuan agar pihak berkuasa dapat mengusut dan menemukan pelakunya.

"Kami menyarankan agar para korban bisa melaporkannya ke pihak kepolisian atas tindak penipuan, nan secara nyata menyebabkan kerugian material," paparnya.

Menurut informasi, para korban telah menyetor sejumlah duit ke pihak nan tidak bertanggung jawab untuk membeli daging ayam potong. CPI pun menegaskan tidak pernah melakukan penawaran sebagaimana nan ada dalam media sosial dan rupanya itu dilakukan oleh pelaku nan tidak ada kaitannya dengan perusahaan.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News