Cetak Sejarah, Vale Berhasil Raih Pinjaman Hijau Rp13,53 Triliun

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengantongi pinjaman berbasis keberlanjutan alias Sustainability Linked Loan (SLL) senilai US$ 750 juta setara Rp 13,53 triliun (asumsi kurs Rp 18.042 per US$). Hal itu jadi sejarah baru sebagai proyek pertambangan pertama di Asia Tenggara (ASEAN) nan sukses meraih skema pembiayaan ramah lingkungan.

Direktur Utama PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto menjelaskan bahwa pinjaman tersebut menjadi bukti kepercayaan sektor perbankan terhadap kredibilitas tata kelola perusahaan di bagian lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG).

Perusahaan terus berkomitmen dalam menjalankan operasional tambang nan bertanggung jawab melalui sasaran ESG.

"PT Vale baru saja menandatangani pinjaman mengenai keberlanjutan sebesar US$ 750 juta beberapa bulan lalu. Mungkin ini nan pertama bagi proyek pertambangan di Asia Tenggara, jadi kami sangat bangga bakal perihal itu," jelasnya dalam aktivitas Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026, Jakarta, dikutip Kamis (4/6/2026).

Skema pinjaman tersebut memberikan insentif berupa suku kembang nan kompetitif bagi perseroan. Bedanya dari pinjaman konvensional, SLL memberikan beban kembang nan bakal semakin menurun andaikan perusahaan bisa memenuhi sejumlah sasaran ESG nan telah disepakati berbareng pihak pemberi pinjaman.

"Ada beberapa sasaran ESG, dan jika kami dapat memenuhi sasaran ESG tersebut, maka suku kembang bakal turun. Jadi itu konsep nan sangat menarik dan saya mendorong tim saya untuk mencapainya," imbuhnya.

Perolehan biaya jumbo itu tidak dinilai hanya dari sisi finansial, namun juga sebagai upaya perusahaan dalam mengubah stigma negatif terhadap industri pertambangan. Pihaknya berupaya menunjukkan kepada pasar dunia bahwa produksi nikel dapat dilakukan secara selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan dekarbonisasi.

"Dari perspektif pandang ekonomi tentu kami mendapat kembang nan sangat kompetitif, tapi itu juga hanya untuk menunjukkan kepada bumi bahwa proyek pertambangan sebenarnya bisa berkelanjutan. Inilah nikel bertanggung jawab nan mau kami bawa ke dunia," tuturnya.

Dengan begitu, pihaknya menekankan pentingnya pembuktian melalui kebenaran dan keahlian di lapangan untuk menjaga posisi tawar produk mineral Indonesia di pasar internasional dengan memperhatikan standar keberlanjutan.

"Kita perlu mengubah perdebatan. Saya rasa jawaban terbaik untuk itu adalah dengan menunjukkan keahlian dan fakta. Kita kudu mengelola keseimbangan antara keuntungan, pertumbuhan, dan kemajuan," tutupnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News