Niclas Füllkrug mencetak dua gol untuk membawa Werder Bremen bangkit dari tertinggal dua gol dan mengamankan hasil seri 2-2 melawan Paderborn di Weserstadion.(Imago)
MOMEN berhistoris peringatan 100 tahun Weserstadion diwarnai tindakan bangkit luar biasa Werder Bremen. Sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu, The Green-Whites sukses memaksakan hasil seri 2-2 saat menjamu Paderborn berkah sepasang gol dari Niclas Füllkrug pada babak kedua.
Guna memperingati seratus tahun markas kebanggaan mereka, para pemain Werder Bremen mengenakan jersi jenis terbatas berwarna serba putih. Pelatih kepala Daniel Thioune memilih untuk tidak mengubah susunan pemain utamanya untuk pertandingan kelima secara berturut-turut. Di sisi lain, pembimbing Paderborn, Ralf Kettemann, melakukan satu perubahan dengan memainkan Steffen Tigges sejak awal untuk berduet dengan Stefano Marino di lini depan.
Keputusan Kettemann terbukti jitu pada menit ke-18. Lewat skema serangan kembali cepat, kerja sama antara Tigges dan Marino dituntaskan dengan tembakan keras Marino ke perspektif atas gawang tanpa bisa dijangkau kiper Werder Bremen, Karl Hein.
Bremen berupaya memberikan jawaban sigap melalui kesempatan Marco Grüll dan Chuki, namun sepakan mereka sukses ditepis oleh kiper Paderborn, Nahuel Noll, nan tampil impresif sepanjang laga.
Petaka bagi tuan rumah justru bertambah pada menit ke-30. Berawal dari lemparan jauh Jano ter Horst nan kandas dihalau dengan sempurna oleh barisan pertahanan Bremen, bola liar sukses dikuasai Tigges nan kemudian melepaskan tembakan di antara dua kaki Youri Regeer untuk menggandakan kelebihan Paderborn menjadi 2-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Daniel Thioune memasukkan Mitchell Weiser menggantikan Chuki untuk menambah daya gedor. Upaya tuan rumah baru membuahkan hasil pada menit ke-59. Umpan lambung Regeer dari lini belakang disundul oleh Eren Dinkci menuju Füllkrug, nan dengan tenang melepaskan tembakan mendatar menaklukkan Noll untuk memperkecil ketertinggalan.
Hanya berselang enam menit, Bremen mendapatkan bingkisan penalti setelah Laurin Curda melakukan handball di dalam kotak terlarang. Füllkrug nan maju sebagai penyelenggara menjalankan tugasnya dengan sempurna lewat sepakan keras mendatar ke pojok bawah gawang untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Di sisa waktu pertandingan, Bremen terus mengurung pertahanan Paderborn demi mengincar gol kemenangan. Peluang demi kesempatan nan didapat Weiser, Regeer, dan Füllkrug kembali sukses digagalkan oleh tindakan pengamanan gemilang Noll.
Paderborn nyaris mencuri kemenangan pada masa injury time ketika tembakan pemain pengganti Rayan Philippe menghantam bagian dalam tiang gawang kanan sebelum akhirnya dibuang oleh lini belakang Bremen.
Meski kandas mengamankan poin penuh, Werder Bremen mencatatkan rekor baru di Bundesliga. Mereka menjadi satu-satunya tim dalam sejarah liga nan sukses bangkit dan mengamankan poin setelah tertinggal dua gol dalam tiga pertandingan berturut-turut.
Berkat kontribusi dua gol dan torehan enam tembakan sepanjang pertandingan, Niclas Füllkrug dinobatkan sebagai Man of the Match setelah meraih 88 persen bunyi dari para penggemar. (Bundesliga/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·