Jakarta - Kebakaran maut di permukiman Jalan Citarum, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) membikin rumah tinggal penduduk gosong dan rata dengan tanah. Warga menceritakan bagimana tiba-tiba api membesar apalagi terdengar bunyi ledakan.
Seorang penduduk korban kebakaran, Rusminah (65), mengatakan, sedang menyiapkan bahan dagangan sebelum mendapatkan info dari tetangga terjadi kebakaran. Dia panik dan langsung ke luar rumah.
"Kebakaran, kok Anda bilang ke saya udah gede, kata saya. Pas lagi mini dong, biar saya bisa nyelamatin apa-apa, kata saya. Yaudah saya nggak bisa nyelamatin apa-apa, lari sama anak saya nggak pake apa-apa. Udah hanya ini, sebadan doang sama nggak pake sendal," kata Rusminah saat ditemui di lokasi, Jumat (5/6/2026).
Rumah kontrakan Rusminah terletak hanya beda dua rumah dengan titik api. Dia tinggal di rumah pojok belakang berbareng putrinya.
Sesaat setelah dia keluar, Rusminah mendengar bunyi ledakan. Itu membuatnya panik.
"Api gede. Terus abis gede-gede, ledak tuh gas kali ya," jelas dia.
"Kan dor gitu, itu kan gede kan. Terus berfaedah itu gas," imbuhnya.
Rusminah memandang penduduk lain nan juga korban panik saat api membesar. Seingatnya, saat itu tetap pagi dan azan subuh belum berkumandang.
"Keluar, pada panik keluar, pada lari masing-masing. Ketakutan lah. Terus ada bapak-bapak keluar tuh nan di dalam, mau keluar," ucapnya.
Warga lain nan juga korban, Wahid (50), mengatakan, sedang menyiapkan bahan dagangan gado-gado. Saat api membesar, dia apalagi tak sempat mengangkat bahan dagangannya, dan menyelamatkan apa nan menurutnya penting.
"Saya mau salat subuh. Terus nggak jadi, pas saya mau berangkat, api udah nyala. Ya nggak jadi bantuin, tapi udah nggak keburu selametin," ucap Wahid.
"Lagi masak, noh tetap terlihat noh pancinya, nasi telurnya itu, tetap nasi juga. Iya pancinya... tetap telurnya itu," sambungnya.
Wahid hanya sempat membawa motor dan beberapa baju saat kebakaran. Sedangkan bahan dagangannya hangus.
"Ya paling ya itu aja, motor, terus baju sedikit-sedikit ada juga. Gitu aja nan saya nggak bisa selametin, noh panci nan tetap ada nasinya lagi masak. Lah itu penggorengan aja sampe somplak tuh kena api. Wajan itu ya. Itu kentang noh, kerupuk, mateng," katanya.
Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 04.48 WIB awal hari tadi. Total ada 22 unit mobil damkar dan 88 orang petugas dikerahkan.
Sebanyak 10 family terdiri dari 40 jiwa terdampak kebakaran itu. Dilaporkan ada 6 rumah terdampak kebakaran tersebut.
Kebakaran itu menyebabkan 1 orang meninggal bumi dan 5 orang terluka. Warga nan terluka telah dibawa ke RS Tarakan. (ygs/ygs)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·