Niat membantu seorang wanita nan mengalami kecelakaan justru membikin Ukar Bangkit (68), tukang tambal ban di Kota Bandung, menjadi korban pemukulan. Ukar mengaku tiba-tiba dipukul saat tengah memberikan pertolongan kepada wanita tersebut.
Peristiwa itu terjadi di sekitar letak tambal ban Ukar di Kelurahan Margasari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung. Ditemui di kediamannya di Mekarjaya, Ukar bercerita peristiwa itu terjadi saat hujan turun. Awalnya dia berada di dalam tempat tambal ban miliknya dan tidak mengetahui adanya kecelakaan tersebut.
"Pas turun hujan, ya Abah mah di dalam gitu, enggak tahu apa-apa terjadi di luar," kata Ukar saat ditemui, Jumat (28/8).
Setelah keluar, Ukar memandang seorang wanita mengalami kecelakaan tepat di depan tempat tambal bannya. Perempuan tersebut disebut dalam kondisi menangis hingga mengalami luka dan berdarah.
Melihat kondisi itu, Ukar kemudian berinisiatif memberikan pertolongan. Ia membantu memijat wanita tersebut sembari menanyakan tujuan perjalanannya.
"Ya, sama Abah dipijat, nolong gitu dipijat. Udah menangis sampai berdarah," ujarnya.
Perempuan itu kemudian mengatakan kepada Ukar bahwa dirinya hendak menuju Rancabolang untuk menjemput anak.
Namun, saat proses pertolongan nyaris selesai, seorang laki-laki nan disebut Ukar berjulukan Toni namalain Poleng datang ke lokasi. Ukar mengaku laki-laki tersebut langsung melayangkan pukulan kepadanya.
"Udah beres mau dipijet, datang si Poleng namanya, si Toni nama aslinya. Lalu beledag-beledag (mukul)," katanya.
Ukar mengaku tidak mengetahui argumen dirinya dipukul. Sebab, saat itu dia merasa tidak melakukan sesuatu selain membantu wanita nan mengalami kecelakaan.
"Apa masalahnya? Saya lagi nolongin malah dikasih bogem," ujar Ukar.
Pemukulan tersebut kemudian memicu keributan. Ukar mengaku sempat berupaya menangkis pukulan nan dilayangkan kepadanya.
"Ya ceritanya gitulah, ribut aja. Bak-bik-bak gitu, Abah nangkis, itu (pelaku) mukulin. Ya udah," tuturnya.
Situasi kemudian mulai mereda setelah seorang personil Koramil nan disebut Ukar sebagai saudaranya datang ke lokasi. Pria tersebut kemudian menanyakan persoalan nan terjadi.
Menurut Ukar, Toni akhirnya meredakan emosinya dan meminta maaf. Ukar pun memilih menerima permintaan maaf tersebut dan tidak menyimpan dendam.
"Minta maaf. 'Ya ya maafin aja lah enggak apa-apa, saya enggak dendam,' kata saya tuh," ucapnya.
Setelah persoalan dianggap selesai, Ukar menutup tempat tambal bannya dan pulang ke rumah. Ia mengaku tidak membikin laporan polisi mengenai dugaan pemukulan tersebut.
Namun, pada malam harinya, polisi datang ke kediamannya. Ukar mengaku terkejut lantaran sebelumnya merasa tidak pernah melaporkan kejadian tersebut.
"Ya udah pulang, kok malam-malamnya ada polisi. Ya kaget Abah, enggak laporan, enggak bikin laporan. Ya dipanggil polisi, dan itulah ditanyanya," katanya.
Ukar kemudian memberikan keterangan kepada polisi mengenai kejadian nan dialaminya.
Luka Membaik
Meski sempat mengalami luka akibat pemukulan, Ukar mengatakan kondisi kesehatannya saat ini sudah membaik.
"Kondisi alhamdulillah sehat, tidak apa-apa," ujarnya.
Ia mengaku tidak sampai menjalani perawatan ke dokter. Menurutnya, luka nan dialami setelah kejadian tersebut berangsur sembuh.
"Ke master juga enggak, pakai balsam juga ah sembuh," tuturnya.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·