Jakarta, CNN Indonesia --
Deni, seorang pengemudi ojek online (ojol) pernah menjadi korban kecelakaan lampau lintas akibat tak mempedulikan keselamatan lampau lintas saat berkendara.
Kecelakaan itu membikin satu kaki Deni harus diamputasi. Padahal, dirinya merupakan kepala family nan menghidupi istri serta anaknya.
Deni mengaku mengalami kecelakaan lantaran mengabaikan rasa kantuknya saat sedang 'narik'. Akibatnya, dia kurang berkonsentrasi saat berkendara dan mengalami kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kejadiannya kecelakaan tunggal. Karena ngantuk. Karena ngantuk ya. Jadi kita kudu betul-betul mempersiapkan diri," kata Deni saat memberikan testimoni dalam aktivitas Gebyar Keselamatan Lalu Lintas nan digelar di Pusdiklantas Polri, Tangerang Selatan, Kamis (27/8).
Karenanya, Deni pun mengimbau kepada rekan-rekan ojol untuk tidak memaksakan diri berkendara saat mulai merasa mengantuk dan lelah.
"Jadi pesan saya sama teman-teman, jangan dipaksa jika ngantuk, tidur, 5 menit aja," ucap dia.
Sementara itu, Lina Mariana kudu kehilangan suaminya, Agus Sugiono nan berprofesi sebagai pengemudi ojol. Karenanya, dia berpesan kepada para pengemudi ojol untuk mengutamakan keselamatan lampau lintas saat berkendara.
"Pesan ke semua mitra ojol, jika apa, berkendaraan itu helm kudu dikancing, ya, terus pakai sarung tangan. Karena apa, suami saya belum 40 hari juga ini. Saya ngerasa sedih gitu," tutur dia.
Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo mendorong para pengemudi ojek online (ojol) untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
Menurut Wibowo, saat ini pengemudi ojol tidak hanya berkedudukan sebagai penyedia jasa transportasi. Melainkan, juga sebagai wajah dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.
"Oleh lantaran itu, saya selalu mendorong agar seluruh rekan-rekan pengemudi ojol dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, menjadi contoh dalam disiplin etika berkendara serta kepatuhan terhadap seluruh patokan lampau lintas," kata Wibowo.
(dis/isn)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·