Cerita Hari Pertama WFH di Jakarta

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Jakarta -

Kebijakan work from home (WFH) alias bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat mulai diberlakukan hari ini. Sejumlah kementerian hingga lembaga menerapkan perihal tersebut hingga membikin lampau lintas di Jakarta lebih lancar dari biasanya.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat kondisi lampau lintas di sejumlah ruas jalan Jakarta lebih lancar hari ini. Volume kendaraan berkurang signifikan.

"Hari ini ada perbedaan nan cukup signifikan dilihat dari volume kendaraan masyarakat nan memanfaatkan kebijakan WFH ini terlihat dari pantauan arus lampau lintas. Saat ini kira-kira 09.20 WIB dari pagi tadi, kami pantau memang ada pengurangan volume nan cukup signifikan. Jakarta hari ini lebih lancar," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin saat dihubungi, Jumat (10/4/2026).

Komarudin menyebut arus lampau lintas di beberapa ruas jalan nan biasanya macet saat pagi hari terpantau lebih lancar. Jalan tersebut antara lain, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Asia Afrika serta Jalan Gerbang Pemuda.

"Di beberapa ruas jalan seperti Sudirman nan dari arah selatan ke utara, kemudian utara ke selatan juga demikian juga demikian. Kemudian berjumpa beberapa ruas jalan lain seperti Asia Afrika, Gerbang Pemuda, nan memang biasanya di Layang Ladokgi itu terjadi antrean nan cukup panjang sampai jam segini," jelasnya.

Komarudin menyebut tetap ada beberapa titik kemacetan di Jakarta. Komarudin mengatakan kemacetan terjadi lantaran pertemuan arus kendaraan di beberapa titik.

"Saat ini nan kami pantau di beberapa ruas jalan di antaranya nan dari arah barat, Slipi ke arah timur ke Semanggi. Ini tidak lebih disebabkan lantaran aspek crossing," kata dia.

"Kita ketahui di situ ada off ramp dari dalam tol nan bakal keluar ke Semanggi itu crossing dengan, nan pertama ada crossing dengan jalur busway, kemudian crossing juga dengan nan dari arteri dari Slipi ke arah Semanggi. Ditambah lagi crossing-an nan dengan ada di jalan mini dari Benhil. Terus termasuk juga crossingan dari Semanggi mau ke Sudirman, dari Benhil mau ke arah Cawang," sambungnya.

Dirangkum detikcom, berikut kondisi hingga cerita penduduk di hari pertama WFH demi menekan penggunaan BBM.

Pemeriksaan Saksi Tetap Jalan di KPK

KPK memberlakukan WFH alias bekerja dari rumah bagi beberapa pegawai. Masih ada sejumlah unit pelayanan nan tetap dibuka secara langsung.

"Hari ini, Jumat pertama, KPK mulai menerapkan penyelenggaraan kombinasi kerja bagi para pegawai di lingkungan KPK, ialah bekerja dari rumah (BDR) dan bekerja dari instansi (BDK)," kata jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat.

Unit pelayanan di KPK nan tetap membuka jasa secara langsung ialah pelayanan info publik (PIP), Perpustakaan, Pengaduan Masyarakat, dan LHKPN. Untuk bagian penindakan seperti pemeriksaan saksi, tetap bertindak normal hari ini.

"Hari ini pemeriksaan saksi tetap ada," sebutnya.

KPK juga memanfaatkan sejumlah platform digital seperti untuk jasa sertifikasi dan pelaporan gratifikasi, dioptimalkan secara online melalui aplikasi https://gol.kpk.go.id.

"Dalam mendukung penyelenggaraan kombinasi metode kerja ini, KPK juga mengoptimalkan teknologi informasi, serta beragam platform digital, termasuk dalam penyebaran info dan edukasi bagi publik," sebutnya.

Kantor Mensesneg-Seskab Lengang

Pantauan detikcom di instansi Mensesneg dan Seskab, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4), suasana instansi hari ini terpantau lengang. Sejumlah pegawai tampak tetap berlalu lalang, tapi tidak seramai hari Senin hingga Kamis lalu.

Lobi instansi Seskab juga terlihat sepi. Namun ada juga sejumlah pegawai nan tampak bekerja di depan komputer.

Lobi instansi Mensesneg juga terlihat sepi. Tidak ada pegawai nan berlalu lalang di letak tersebut. Lampu lobi instansi Mensesneg dan instansi pelayanan publik juga padam.

Di instansi Mensesneg dan Seskab terlihat sejumlah petugas pengamanan dalam alias pamdal tetap berjaga. Lalu lintas kendaraan di parkiran instansi Mensesneg dan Seskab juga tak seramai hari lain.

Masih Banyak Pekerja nan Ngantor

Meski WFH diberlakukan, tetapi tetap tampak pergerakan pekerja menuju instansi di area Sudirman, Jakarta Pusat. Pantauan detikcom di Stasiun Sudirman, hari ini pukul 09.00 WIB, area stasiun tetap tampak padat.

Peron Stasiun Sudirman seketika ramai saat kereta dari arah Manggarai maupun Tangerang tiba. Beberapa penumpang KRL apalagi tampak melangkah sigap untuk keluar dari stasiun.

Seorang pekerja berjulukan Ibrahim mengatakan kantornya, nan bergerak di bagian taman bermain, belum menerapkan kebijakan WFH setiap Jumat. Menurutnya, bagian nan digelutinya banyak memerlukan tenaga di lapangan.

"Itu dia, jika saya belum (WFH). Kalau kerjanya di lapangan, mungkin susah ya," kata Ibrahim saat ditemui di Stasiun Sudirman.

Meski begitu, Ibrahim punya kemauan agar kebijakan pemerintah mengenai WFH untuk ASN dan pekerja swasta itu bisa diterapkan. Kata dia, semisal dirinya sedang bekerja di kembali meja, lebih baik diizinkan untuk WFH saja.

"Sebetulnya tergantung pekerjaannya, kan? Kalau saya mungkin lebih banyak megang data, ya udah, itu kan bisa fleksibel, saya di rumah, inginnya gitu. Tapi kadang saya diminta ke lapangan juga," ucapnya.

Pekerja lainnya, Zico (37), mengatakan belum ada berita kebijakan WFH di kantornya sampai hari ini. Zico mengatakan pekerjaan di bagian jasa finansial tidak mudah untuk menerapkan kebijakan WFH.

"Kalau saya belum lihat ya, tapi saya nggak tahu ke depan. Tapi saya belum lihat itu bakal diterapkan jika di jasa keuangan. Karena nan kayak gitu-gitu kan, itu kan sektor nan kritikal ya. Makanya waktu di COVID pun juga beberapa sektor itu jadi pengecualian kan," kata Zico.

Dia merasa tak keberatan jika sektor nan digelutinya tidak menerapkan WFH. Menurutnya, sejak memilih pekerjaan tersebut, tahu bakal akibat dan konsekuensinya.

"Ya kita bekerja sesuaikan di mana tempat kerja saat ini. Hari-hari gini tuh kudu lebih adaptif sajalah gitu," katanya.

(dwr/dek)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News