Cekungan Raksasa di Bulan Diduga Terbentuk oleh Asteroid Terdiferensiasi

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Cekungan Raksasa di Bulan Diduga Terbentuk oleh Asteroid Terdiferensiasi Ilustrasi(magnific)

PARA intelektual mengungkap kemungkinan adanya jejak asteroid purba nan tetap tersimpan di wilayah kutub selatan bulan. Jejak tersebut diyakini berasal dari tumbukan luar biasa miliaran tahun lampau nan membentuk _South Pole Aitken_ (SPA), ialah cekungan terbesar di permukaan bulan.

Dilansir dari Space.com, penelitian terbaru menunjukkan bahwa cekungan SPA kemungkinan terbentuk akibat hantaman asteroid terdiferensiasi, ialah asteroid nan mempunyai inti besi padat dan lapisan batuan di bagian luar seperti planet kecil. Temuan ini dianggap krusial lantaran dapat membantu intelektual memahami sejarah awal pembentukan bulan sekaligus menjadi petunjuk bagi misi eksplorasi manusia di masa depan.

Cekungan SPA sendiri berada di sisi jauh bulan dan mempunyai diameter lebih dari 2.000 kilometer. Struktur raksasa ini telah lama menjadi perhatian para peneliti lantaran diduga memperlihatkan material nan berasal dari bagian dalam bulan, termasuk mantel lunar nan jarang dapat diamati secara langsung.

Dalam studi tersebut, tim peneliti nan dipimpin Shigeru Wakita menggunakan simulasi 3D beresolusi tinggi untuk merekonstruksi proses tumbukan nan membentuk cekungan SPA. Hasil simulasi menunjukkan asteroid berdiameter sekitar 260 kilometer menghantam bulan dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sekitar 13 kilometer per detik.

Menariknya, asteroid itu diperkirakan menghantam bulan dengan perspektif dangkal sekitar 30 derajat. Kondisi tersebut membikin bagian luar asteroid seolah “terpenggal” saat tabrakan terjadi. Lapisan batuannya terlepas, sementara inti besinya terus melaju menembus permukaan bulan dan membentuk cekungan memanjang unik SPA.

Para peneliti menjelaskan bahwa corak elips meruncing pada SPA menjadi salah satu bukti krusial bahwa objek penabraknya bukan asteroid biasa. Jika asteroid tersebut tidak mempunyai inti besi padat, cekungan nan terbentuk kemungkinan bakal berbentuk lebih bulat.

Tak hanya membentuk kawah raksasa, tumbukan itu juga diyakini melemparkan material dari mantel bulan menuju wilayah kutub selatan lunar. Material tersebut diperkirakan berasal dari kedalaman lebih dari 90 kilometer di bawah permukaan bulan.

Temuan ini menjadi krusial bagi program Artemis milik NASA nan berencana kembali mengirim astronaut ke bulan. Para intelektual menilai astronaut Artemis berkesempatan menemukan endapan material purba dari bagian dalam bulan andaikan mendarat di sekitar kutub selatan.

Sampel batuan nan nantinya dibawa kembali ke Bumi dinilai dapat membantu intelektual menentukan usia cekungan SPA sekaligus mengungkap komposisi interior bulan. Informasi tersebut berpotensi membuka pemahaman baru mengenai proses perkembangan bulan pada masa awal tata surya, lebih dari 4 miliar tahun lalu.

Sumber: Space

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia