Ilustrasi.(Magnific)
OTORITAS kesehatan Taiwan menegaskan bahwa tidak ada laporan kematian akibat hantavirus di wilayah tersebut pada awal Mei 2026. Pernyataan ini sekaligus membantah narasi menyesatkan nan beredar luas di media sosial, terutama di platform Weibo dan Douyin, nan mengeklaim ada kasus fatal baru di Taipei.
Klaim tiruan tersebut mulai muncul tak lama setelah Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, mengumumkan kampanye pengendalian (benih)penyakit dan sanitasi di 12 distrik administratif ibu kota untuk memberantas tikus. Narasi hoaks ini semakin diperkuat oleh laporan media di Tiongkok nan menghubungkan upaya pembersihan tersebut dengan rumor kematian penduduk akibat virus nan dibawa tikus.
Data Resmi CDC Taiwan
Berdasarkan info dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan, hanya ada satu kematian akibat hantavirus nan tercatat sepanjang 2026 hingga 27 Mei. Kematian tersebut terjadi pada 13 Januari melibatkan seorang laki-laki berumur 70-an nan meninggal akibat sepsis dan kegagalan organ setelah terpapar virus di lingkungan rumahnya.
Hingga akhir Mei 2026, Taiwan mencatat total tiga kasus jangkitan hantavirus:
- Kasus 1: Januari (Fatal).
- Kasus 2: Maret (Pasien sembuh dan dipulangkan pada 30 Maret).
- Kasus 3: Mei (Pasien berumur 40-an dilaporkan pada 19 Mei dan sedang menjalani perawatan).
CDC menyatakan jumlah kasus ini tetap dalam pemisah normal dan sebanding dengan rata-rata dua hingga tiga kasus nan dilaporkan pada periode nan sama dalam empat tahun terakhir.
Klarifikasi: Semua kasus hantavirus di Taiwan disebabkan oleh Seoul virus, nan mempunyai tingkat keparahan dan fatalitas lebih rendah dibandingkan Andes virus. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti penularan antarmanusia di Taiwan.
Konteks Global: Wabah di Kapal Pesiar
Kekhawatiran publik meningkat seiring dengan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai pandemi hantavirus nan langka di atas kapal pesiar MV Hondius nan melakukan perjalanan dari Argentina menuju Tanjung Verde. Hingga 22 Mei, tercatat 12 kasus mengenai kapal tersebut, termasuk tiga kematian.
Berbeda dengan kasus di Taiwan, pandemi di kapal pesiar tersebut melibatkan Andes virus, jenis hantavirus nan dikenal dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat nan berkepanjangan. Namun, WHO menegaskan bahwa akibat bagi populasi umum secara dunia tetap sangat rendah.
Imbauan Otoritas
Pemerintah Taiwan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan info nan belum terverifikasi. Warga diminta konsentrasi pada langkah pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke dalam rumah, dan memastikan bahan makanan tersimpan dengan aman.
Hantavirus umumnya menular melalui urine, feses, dan air liur tikus nan terinfeksi. Hingga saat ini, belum ada vaksin spesifik alias pengobatan unik untuk penyakit ini, sehingga pengendalian populasi tikus menjadi langkah pencegahan utama. (AFP/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·