Cegah TB Berkembang Jadi Aktif dengan Terapi Pencegahan untuk Kontak Erat Pasien

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Cegah TB Berkembang Jadi Aktif dengan Terapi Pencegahan untuk Kontak Erat Pasien Ilustrasi(magnific)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memperkuat upaya eliminasi Tuberkulosis (TB) di Indonesia melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) besar-besaran. Tahun ini, pemeriksaan foto rontgen dilaksanakan di puluhan ribu titik guna mendeteksi kasus secara awal dan memutus rantai penularan di masyarakat.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menjelaskan bahwa strategi utama pemerintah adalah menangani pasien nan sakit sekaligus melindungi mereka nan berisiko. Bagi masyarakat nan diduga TB, pengobatan bakal segera diberikan. Sementara itu, kontak erat nan belum menunjukkan indikasi bakal mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

"Yang sakit kita obati, sedangkan nan belum sakit kita berikan obat pencegahan. Kuman TB bisa berada di dalam tubuh seseorang dan baru menimbulkan penyakit satu sampai dua tahun kemudian. Kalau diberikan terapi pencegahan lebih awal, kita bisa memutus rantai penularan sebelum penyakit berkembang," ujar Benjamin dalam keterangannya, Sabtu (25/7).

Data Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) TB:

Indikator Keterangan
Jumlah Lokasi 53.335 letak di seluruh Indonesia
Metode Pemeriksaan Foto Rontgen (Chest X-Ray)
Sasaran Pencegahan Kontak erat pasien TB (Pemberian TPT)

Kesehatan sebagai Pilar Pengentasan Kemiskinan

Perluasan akses kesehatan ini mendapat support dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, menekankan bahwa kesehatan dan kemiskinan adalah dua perihal nan tidak terpisahkan. Menurutnya, akses jasa kesehatan hingga ke tingkat rumah tangga adalah investasi produktivitas.

"Ketika masyarakat tidak memperoleh akses jasa kesehatan nan memadai, akibat kehilangan produktivitas meningkat dan beban pengeluaran rumah tangga bertambah. Ini dapat mendorong family jatuh ke dalam kemiskinan," kata Iwan.

Senada dengan perihal tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian mengapresiasi penemuan pelayanan berbasis masyarakat seperti homecare. Ia menilai kerjasama pusat dan wilayah sangat krusial agar pelayanan kesehatan semakin dekat dengan warga.

Inovasi Homecare di Kabupaten Jember

Sebagai langkah konkret di lapangan, Kemenkes berbareng Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan Program Homecare berjudul "Mewujudkan Dokter Keluarga untuk Masyarakat Tidak Mampu". Program ini bermaksud mempercepat penemuan kasus TB melalui pendekatan langsung ke keluarga.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari pertimbangan terhadap masyarakat tidak bisa nan sudah mempunyai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) namun tetap terkendala akses bentuk ke akomodasi kesehatan.

"Kami mau memastikan masyarakat tidak hanya mempunyai agunan kesehatan, tetapi juga betul-betul bisa memperoleh pelayanan. Tenaga kesehatan bakal datang langsung ke rumah penduduk untuk pemeriksaan dasar, edukasi, hingga pemanfaatan telemedicine," pungkas Fawait.

Wamenkes Benjamin berambisi sinergi antara CKG rontgen dan program homecare di Jember dapat menjadi model penguatan penemuan dini, terutama bagi kontak erat pasien nan selama ini sering kali luput dari pemeriksaan. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia