Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Minggu, 15 Maret 2026 |08:57 WIB

Kemenag Dorong Pesantren Jadi Lingkungan Aman dan Ramah Santri
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyoroti pembentukan karakter santri sebagai fondasi krusial bagi masa depan bangsa. Pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk adab dan penghormatan terhadap sesama.
Kemenag terus mendorong terciptanya lingkungan pesantren nan ramah bagi santri. Program pesantren ramah anak menjadi salah satu langkah untuk memastikan pendidikan berjalan dalam suasana nan kondusif dan penuh kasih.
“Sering muncul kasus kekerasan nan disebut sebagai kasus pesantren, padahal tidak semuanya terjadi di pesantren,” ujar Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said, saat menghadiri Takjil Pesantren, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dikutip ,Minggu (15/3/2026).
Dia mengungkapkan, bahwa aktivitas Takjil Pesantren merupakan bagian dari upaya menyapa santri di beragam daerah.
Program ini diharapkan dapat memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi pesantren di beragam wilayah dalam upaya memperkuat karakter santri inspiratif.
“Karena itu kami mempunyai program pesantren ramah anak agar santri menjadi anak-anak nan disayangi di lingkungan pesantren,” pungkasnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama Farid F. Saenong membujuk para santri mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa dalam Alquran.
Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan pentingnya ketekunan dalam menuntut pengetahuan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
“Dalam Surat Taha ada rekaman pertanyaan Allah kepada Nabi Musa: ‘Apa nan ada di tangan kananmu wahai Musa?’ Nabi Musa menjawab bahwa itu adalah tongkat,”ujarnya
“Para ustadz menjelaskan percakapan itu menunjukkan nikmatnya berbincang dengan Allah sekaligus menggambarkan kegigihan Nabi Musa dalam menuntut ilmu,” lanjut Farid Saenong.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·