Cegah Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Pemkab Sukabumi Bentuk Pokja BSAN

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Cegah Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Pemkab Sukabumi Bentuk Pokja BSAN Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman(MI/BENNY BASTIANDY)

PEMERINTAH Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengatensi potensi terjadinya kekerasan maupun perundungan di bumi pendidikan. Di wilayah itu sudah terbentuk Kelompok Kerja (Pokja) penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengatakan terbentuknya Pokja BSAN merupakan langkah proaktif ini merespons  petunjuk Permendikdasmen Nomor 6/2026. Tujuannya, menciptakan suasana pendidikan nan positif dan bebas dari kekerasan.

"Batas waktu pembentukan Pokja BSAN ini pada 9 Juli 2026. Tapi kita di Kabupaten Sukabumi mau bergerak lebih awal dengan membentuk pokja tersebut," katanya, Kamis (4/6).

Dia memandang, patokan terbaru ini membawa angin segar sekaligus perubahan paradigma. Sebab, tanggung jawab pembuatan sekolah nan kondusif dipusatkan pada kerjasama lintas sektor di bawah koordinasi langsung pemerintah daerah, bukan di masing-masing satuan pendidikan.

"Kita mau memastikan bahwa seluruh sekolah betul-betul bisa memenuhi kebutuhan spiritual, memberikan perlindungan fisik, serta menjamin kesejahteraan psikologis para peserta didik," tegasnya.

Untuk memastikan program ini melangkah maksimal, Pokja BSAN dirancang dengan susunan nan sangat komprehensif.

Ade mengaku bakal bertindak langsung sebagai Ketua Pokja didampingi Kepala Bapperida sebagai wakil ketua dan Kepala Dinas Pendidikan sebagai koordinator.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menambahkan keanggotaan Pokja BSAN mencerminkan semangat gotong royong nan menjadi karakter unik Sukabumi.

"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Oleh lantaran itu, Pokja ini tidak hanya diisi insan pendidikan, tetapi turut merangkul peran aktif dari kepolisian, Kementerian Agama, beragam lembaga pemerintah wilayah terkait, tokoh masyarakat, maupun perwakilan orangtua," jelasnya.

Dia optimistis, hadirnya Pokja BSAN dapat melakukan langkah pencegahan dan penanganan secara efektif terhadap segala corak perundungan, kekerasan, dan intoleransi di lingkungan sekolah.

"Peserta didik kudu merasa kondusif dan nyaman ketika bersekolah," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia