Cegah Karhutla Meluas, Pemerintah Perkuat Strategi Putus Kepala Api

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah terus melakukan beragam strategi penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Salah satunya dengan memutus pergerakan kepala api menggunakan perangkat berat untuk mencegah kebakaran meluas.

Strategi tersebut dilakukan dengan menyekat jalur pergerakan api, bukan sekadar memadamkan titik-titik kebakaran nan sudah muncul. Pemerintah juga berencana menambah empat hingga lima ekskavator untuk memperkuat upaya penyekatan di area nan menjadi jalur pergerakan api.

"Kita coba memutus kepala apinya. Kalau api nan kita putus, ya dengan kecepatan mempergunakan perangkat berat agar menghindari mudarat nan lebih besar lagi," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (13/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain penambahan perangkat berat, pemerintah menyiapkan sekitar 30 sumur bor untuk mendukung pemadaman. Sumur-sumur tersebut bakal ditempatkan di sekitar kepala api dengan jarak sekitar 50 meter guna membantu proses pembasahan dan pemadaman di lapangan.

Raja Juli mengatakan strategi tersebut menuntut petugas menghadapi langsung pergerakan api dengan akibat nan tidak ringan.

"Jadi bukan lagi mengejar api, tapi sudah menghadap api dengan akibat nan gak sederhana," ujarnya.

Raja Juli turut menyatakan bahwa pemerintah pusat dan wilayah terus berupaya menangani karhutla nan telah menyebabkan masyarakat terdampak asap selama beberapa bulan terakhir.

Menurut dia, upaya penanganan dilakukan berbareng beragam unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga Manggala Agni dan jejeran Kementerian Kehutanan.

"Bukan sama sekali kita lepas tangan, cuci tangan, sama sekali tidak. Tentu bisa dilihat di lapangan, Pak Gubernur, Pak Wali Kota, TNI Polri, Manggala Agni, Kemenhut. Teman-teman lihat itu gimana mata mereka? Sudah merah, sudah lelah, tapi lantaran ini tugas mereka tetap ada di lapangan untuk bekerja secara real secara konkret," ucap dia.

Selain penanganan lewat jalur darat, pemerintah juga mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing alias pemadaman menggunakan peledak air dari helikopter.

Namun, operasi water bombing tetap menghadapi hambatan visibilitas nan memengaruhi penerbangan helikopter. Sementara itu, operasi modifikasi cuaca terus dilakukan ketika terdapat bibit awan nan memungkinkan penyemaian untuk membantu membasahi wilayah terdampak.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus memperkuat personel dan peralatan di darat untuk menyesuaikan penanganan dengan kondisi kebakaran nan dinamis.

Penguatan strategi pemutusan kepala api, penambahan ekskavator, dan pembangunan sumur bor menjadi bagian dari upaya mencegah api bergerak lebih jauh serta menekan akibat karhutla di area Taman Nasional Sebangau.

(dis/dal)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑