Cegah Cuaca Ekstrem saat Lebaran, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 20 Maret 2026 |10:52 WIB

Cegah Cuaca Ekstrem saat Lebaran, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Cegah Cuaca Ekstrem saat Lebaran, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Wilayah Jawa Timur diprakirakan mengalami peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat nan dapat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta kondisi atmosfer nan labil sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Potensi cuaca ekstrem tersebut berisiko menimbulkan musibah hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas masyarakat, termasuk pada periode arus mudik Lebaran 2026. Oleh lantaran itu, diperlukan langkah mitigasi aktif untuk mengurangi akibat nan ditimbulkan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengamankan arus mudik dari ancaman cuaca ekstrem. Operasi nan berpusat di Posko Lanudal Juanda ini berjalan sejak 16 hingga 25 Maret 2026 dengan konsentrasi mengendalikan intensitas curah hujan di wilayah rawan bencana.

Supervisi BMKG, Alif Kurniawan, menjelaskan bahwa hingga kemarin, tim campuran telah melakukan 7 sorti penerbangan dengan total lama 14 jam 1 menit selama tiga hari pertama penyelenggaraan (16–18 Maret). Dalam operasi tersebut, sebanyak 6.800 kg bahan semai digunakan, terdiri dari 1.000 kg NaCl dan 5.800 kg CaO nan disemaikan ke awan potensial di langit Jawa Timur.

“Langkah aktif ini terbukti efektif menurunkan rata-rata curah hujan hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal tanpa intervensi,” ujar Alif, Jumat (20/3/2026).

Evaluasi sementara juga menunjukkan hasil signifikan, di mana kejadian hujan lebat menurun hingga sekitar 70 persen, sementara hujan sangat lebat berkurang sekitar 25 persen. Distribusi hujan sekarang lebih terkendali dan bergeser menjadi kategori ringan sehingga mengurangi akibat gangguan pada jalur mudik.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menambahkan bahwa strategi penyemaian dilakukan berasas kajian radar cuaca real-time WOFI. Bahan CaO digunakan untuk menekan pertumbuhan awan di daratan, sedangkan NaCl disemaikan pada awan di wilayah laut agar hujan turun lebih awal sebelum mencapai daratan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com