Cegah Begal, Polda Metro Bentuk 150 Pos Pantau yang Dijaga Polisi Berseragam

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Patroli malam tim campuran dari Polda Metro Jaya, TNI dan Satpol PP di area Jakarta Selatan pada Jumat (22/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Polda Metro Jaya membentuk 150 pos pantau di sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta sebagai upaya pencegahan tindakan pemalak dan kejahatan jalanan.

Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, pos-pos tersebut ditempatkan di letak nan dinilai rawan dan diisi personel kepolisian berseragam agar kehadiran abdi negara lebih terlihat oleh masyarakat.

“Ada 150 pos pantau nan kami tempatkan di beberapa titik Kota Jakarta ini, di situ kami tempatkan personel Polri terutama nan berseragam,” kata Wahyu dalam bertemu pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (22/5).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan pola pencegahan nan dijalankan Direktorat Samapta, nan selama ini mengedepankan kehadiran polisi berseragam melalui patroli di lapangan.

Pola patroli dilakukan dengan beragam metode, mulai dari patroli roda dua, roda empat, hingga patroli Perintis Presisi nan digelar terutama pada malam hari.

“Kami membentuk nyaris seluruh polres itu ada patroli Perintis Presisi nan selalu bekerja-sama untuk melaksanakan aktivitas pencegahan terhadap tindakan pemalak nan terjadi khususnya di Kota Jakarta,” ujarnya.

Selain menempatkan personel, kendaraan patroli juga disiagakan di titik-titik pos pantau untuk memperkuat kehadiran polisi di lapangan.

“Kendaraan-kendaraan patroli kami tempatkan pada titik-titik tersebut untuk meminimalkan dan menghadirkan polisi sebanyak-banyaknya, terutama di Kota Jakarta pada saat malam hari, sore hari, maupun di siang hari,” kata dia.

Wahyu menilai peningkatan volume patroli nan selama ini dilakukan tetap belum cukup sehingga diperlukan langkah tambahan berupa pembentukan pos pantau.

Ia menyebut pola tersebut sebelumnya juga pernah diterapkan untuk mengantisipasi tawuran dan sekarang kembali diaktifkan untuk mencegah tindakan begal.

“Kegiatan kami sudah kami tingkatkan kembali dengan membentuk pos-pos seperti apa nan sudah kami lakukan pada saat sebelumnya untuk mengantisipasi tawuran. Untuk mengantisipasi begal, kami corak kembali beberapa pos,” ucapnya.

Tak hanya patroli menggunakan kendaraan, personel juga dikerahkan melakukan patroli jalan kaki di titik-titik rawan.

“Pola aktivitas patroli nan kami lakukan tidak hanya mobil, tapi juga jalan kaki pun juga kami lakukan di situ-situ tadi,” tutur Wahyu.

Ia berambisi langkah tersebut dapat meningkatkan rasa kondusif masyarakat saat beraktivitas di Jakarta, baik pada siang maupun malam hari.

“Khususnya masyarakat Kota Jakarta bisa keluar dengan aman,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan