CDC: Tren Melahirkan di Usia 40 Tahun Meningkat, Ini yang Perlu Dipahami

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Ilustrasi ibu mengandung bermain HP. Foto: Lee Charlie/Shutterstock

Menjadi ibu di usia 40 tahun ke atas sekarang bukan lagi perihal nan langka. Bahkan, info terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan tonggak baru dalam tren kelahiran di Amerika Serikat.

Untuk pertama kalinya, jumlah bayi nan lahir dari ibu berumur 40 tahun ke atas lebih banyak dibandingkan bayi nan lahir dari ibu remaja berumur di bawah 20 tahun.

Menurut laporan CDC, pada 2023 sekitar 4,1% dari seluruh kelahiran berasal dari ibu berumur 40 tahun ke atas, sedangkan kelahiran dari ibu remaja mencapai 4,0%. Jika dibandingkan dengan tahun 1990, nomor kelahiran pada wanita usia 40 tahun ke atas meningkat hingga 193%, sementara kelahiran pada remaja justru turun sekitar 73%.

Tak hanya itu, sekarang lebih dari separuh kelahiran di Amerika Serikat terjadi pada wanita berumur 30 tahun ke atas, menunjukkan bahwa semakin banyak wanita memilih menjadi ibu di usia nan lebih matang.

Kenapa Semakin Banyak Perempuan Menunda Memiliki Anak?

dua garis biru pada perangkat uji kehamilan Foto: Shutterstock

Perubahan ini mencerminkan bergesernya langkah wanita merencanakan kehidupan dan keluarga.

Banyak wanita memilih menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu, membangun karier, mencapai kestabilan finansial, alias menunggu pasangan nan tepat sebelum mempunyai anak. Di sisi lain, perkembangan teknologi reproduksi berbantu, seperti bayi tabung (IVF), serta kemajuan jasa kesehatan membikin kehamilan di usia nan lebih matang menjadi semakin memungkinkan.

Meski demikian, para mahir mengingatkan bahwa usia tetap memengaruhi kesuburan dan akibat kehamilan.

Kesuburan Mulai Menurun Setelah Usia 35 Tahun

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), masa paling subur bagi wanita berada pada akhir usia belasan hingga akhir usia 20-an.

Kesuburan mulai menurun pada usia 30 tahun dan penurunannya menjadi lebih sigap setelah usia 35 tahun. Hal ini disebabkan jumlah dan kualitas sel telur nan terus berkurang seiring bertambahnya usia.

Pada usia 40 tahun, kesempatan untuk mengandung secara alami diperkirakan sekitar 10% dalam setiap siklus menstruasi. Setelah usia 45 tahun, kehamilan tanpa support teknologi reproduksi menjadi jauh lebih susah terjadi.

Apa Saja Risiko Hamil di Usia 40 Tahun?

Ilustrasi ibu mengandung berjalan. Foto: Shutterstock

Kehamilan di usia 40 tahun bukan berfaedah tidak aman. Namun, master biasanya bakal memberikan pemantauan lebih ketat lantaran akibat komplikasi condong lebih tinggi.

Beberapa kondisi nan lebih sering terjadi meliputi:

  • Keguguran

  • Persalinan prematur

  • Diabetes gestasional

  • Preeklamsia

  • Bayi lahir dengan berat badan rendah

  • Kelainan kromosom, termasuk Down syndrome

  • Persalinan dengan operasi caesar

  • Bayi memerlukan perawatan di NICU

Meski demikian, tidak semua ibu mengandung usia 40 tahun bakal mengalami komplikasi tersebut. Banyak wanita tetap menjalani kehamilan nan sehat hingga persalinan berkah pemantauan medis nan optimal.

Agar Kehamilan Tetap Sehat di Usia 40 Tahun

Bagi wanita nan berencana mengandung di usia 40 tahun alias lebih, master menyarankan beberapa langkah berikut:

  • Melakukan konsultasi kesehatan sebelum hamil

  • Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin

  • Mempertimbangkan skrining alias tes genetik sesuai rekomendasi dokter

  • Mengonsumsi makanan bergizi, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan menghindari rokok maupun alkohol

  • Mengontrol penyakit kronis seperti glukosuria alias hipertensi sebelum dan selama kehamilan

Pada beberapa kasus, master juga dapat menyarankan persalinan pada usia kehamilan sekitar 39 minggu untuk mengurangi akibat komplikasi.

Meningkatnya jumlah wanita nan melahirkan di usia 40 tahun menunjukkan bahwa waktu untuk mempunyai anak sekarang semakin beragam. Meski kehamilan di usia tersebut memerlukan perhatian lebih, bukan berfaedah kesempatan mempunyai bayi nan sehat menjadi kecil.

Dengan persiapan sebelum hamil, pemeriksaan rutin, serta pendampingan master selama kehamilan, banyak wanita tetap dapat menjalani kehamilan dan persalinan dengan baik. Pada akhirnya, usia hanyalah salah satu faktor. Kondisi kesehatan secara keseluruhan dan kualitas perawatan selama kehamilan tetap menjadi kunci utama bagi ibu dan bayi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan