Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Metro Jaya buka bunyi soal info nan menyatakan CCTV di letak tindakan demonstrasi mahasiswa di Jakarta Pusat, tidak berfungsi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengaku bakal berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta soal info CCTV meninggal itu.
"Nah, kami juga bakal komunikasikan dengan Diskominfo Provinsi DKI mengenai tentang CCTV. Makanya kami komunikasikan, lantaran kebetulan saya bukan operatornya," kata Budi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi juga merespons mengenai sinyal di letak demo nan susah. Menurutnya, perihal itu lantaran kepadatan orang nan ada di letak demo.
"Jadi jamming nan dinyatakan tidak ada. Karena memang lantaran kepadatan personil termasuk seluruh masyarakat aktivitas beberapa memang sinyal kita pun rata-rata sudah susah," katanya.
Adapun hingga pukul 18.25 WIB, massa nan kebanyakan mahasiswa tetap memperkuat di Jalan MH Thamrin. Mereka awalnya hendak melakukan tindakan di Bundaran HI namun dihalau abdi negara gabungan.
Budi menyebut pihaknya tidak menerima surat pemberitahuan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) mengenai tindakan demo di Bundaran Hotel Indonesia
"Sampai dengan pukul 17.34 hari ini, kami sudah melakukan pengecekan di Polres Depok, jejeran Direktorat Intelijen Intelkam Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Pusat, belum ada surat nan dikirim dari BEM UI dalam pemberitahuan penyampaian aspirasi di hari ini ya. Kami tekankan belum ada alias sampai dengan detik ini tidak ada surat pemberitahuan," katanya.
Budi menjelaskan berdasar pada Pasal 10 UU Nomor 9 Tahun 1998, surat pemberitahuan tindakan demo kudu diberikan minimal 3x24 jam.
Dalam kurun waktu itu, kata Budi, pihak kepolisian bakal berkoordinasi dengan koordinator lapangan untuk mempersiapkan pengamanan.
(yoa/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·