Catatan Kecil dari Uji Coba LRT Kelapa Gading-Manggarai

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengadakan uji coba penyempurnaan layanan Lintas Raya Terpadu (LRT) Kelapa Gading-Manggarai pada Kamis (10/9).

Sebelumnya, LRT jalur ini hanya beraksi dari Stasiun Kelapa Gading hingga Stasiun Velodrome.

Namun, LRT Jakarta sekarang sudah melayani rute Kelapa Gading hingga Manggarai. Rute ini melintas sepanjang 12,2 km dan melewati total 11 stasiun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CNNIndonesia.com ikut menjajal LRT dari Kelapa Gading hingga Manggarai, Kamis (10/9) dalam momen uji coba LRT yang digelar Dishub DKI.

Perjalanan dimulai dari Stasiun Kelapa Gading.

Pada tahap uji coba ini, petugas membantu dalam proses tap kartu pada gate. Proses tap berjalan selama kurang lebih 2 detik.

Untuk masuk ke area peron, peserta uji coba kudu menaiki sejumlah tangga ataupun eskalator. Peronnya sendiri berada di lantai tiga stasiun.

Sesampainya kereta, peserta uji coba memandang sebanyak dua train set, masing-masing terdiri dari 2 gerbong alias kereta.

CNNIndonesia.com pun masuk ke gerbong paling depan.

Suasana gerbong cukup sejuk dan bersih. Dalam satu gerbong terlihat ada dua tiang bagi pesepeda. Interior kereta juga tampak didominasi dengan warna putih, merah, abu-abu.

Berdasarkan pengamatan, di LRT ini tidak disediakan tempat untuk meletakkan tas alias peralatan bawaan di bagian atas gerbong.

Sementara itu, bangku di LRT ini tergolong nyaman meski permukaannya terasa cukup licin jika dibandingkan dengan bangku di moda transportasi umum lainnya.

Perjalanan dimulai pada pukul 14.55 WIB. Perjalanan cukup lembut dan stabil, tanpa hentakan nan kencang ketika mulai bergerak ataupun berhenti. 

Namun, sempat terdengar bunyi gesekan nyaring setiap LRT melalui tikungan. Suara gesekan ini paling terdengar di perjalanan menuju Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall. Jika dibandingkan, suaranya gesekannya lebih nyaring dari nan terdengar dan terasa dari Moda Raya Terpadu (MRT) ketika menikung seperti di rute Fatmawati-Cipete.

Walaupun demikian, secara umum, saat melewati tikungan tak mengganggu kenyamanan penumpang. Selain itu karena LRT berjalan pelan pas tikungan, jadi tak mengganggu stabilitas.

Pada uji coba ini, kereta terus melaju melewati Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome. Stasiun-stasiun ini merupakan bagian dari pembangunan LRT fase 1A.

LRT baru berakhir sejenak di Stasiun Rawamangun. Salah satu stasiun baru nan menjadi bagian dari pembangunan LRT fase 1B.

Tampak peron pada stasiun ini cukup sederhana. Hanya terlihat beberapa banner peresmian LRT Jakarta nan digantung di samping peron.

Satu perihal nan membikin tampilan peron cukup canggung untuk sebuah stasiun baru ialah barisan semen nat di lantai nan acak-acakan alias tidak sejajar dengan lainnya.

Selain perihal tersebut, peron di stasiun ini tampak cukup memadai.

Setelah berakhir sejenak di stasiun ini, perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini, kereta LRT melewati Stasiun Pramuka, Matraman, dan Stasiun Proklamasi.

Di Stasiun Proklamasi, CNNIndonesia.com memandang sejumlah petugas nan tetap memperbaiki kaca. Terlihat pula semacam kabel nan tetap menjuntai di samping peron. Namun, lantaran kereta hanya melintas sesaat, hal-hal tersebut tak dapat ditelusuri lebih lanjut.

Lalu, sebelum berakhir di Stasiun Manggarai, tinggi jalur LRT terlihat lebih tinggi dari sebelumnya. Bahkan, penumpang dapat memandang tampak atas dari Stasiun KRL Manggarai.

Tak lama setelah itu, para peserta uji coba tiba di Stasiun Manggarai. Waktu menunjukkan pukul 15.27 WIB.

Jika dikurangi dengan waktu pemberhentian di Stasiun Rawamangun, perjalanan LRT Kelapa Gading-Manggarai berdurasi kurang lebih 25 menit.

Setelah merasakan perjalanan dari Kelapa Gading hingga Manggarai menggunakan LRT, CNNIndonesia.com juga berkesempatan memandang bagian dalam Stasiun LRT Manggarai.

Dari peron menuju lantai bawah untuk masuk dan keluar stasiun, pengguna kudu turun lantai sebanyak tiga kali. Luas eskalator hanya muat untuk satu baris dan luas tangga pun cukup terbatas.

Walaupun sempat direncanakan untuk diresmikan pada Rabu (26/8) lalu, lantai dasar stasiun ini tetap tampak kosong. Belum ada pembangunan gerai untuk tenant nan biasanya terlihat di stasiun.

Terkait perihal ini, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebut bahwa tempat untuk tenant tersebut sedang dipersiapkan.

"Iya, jika kita lihat tuh di situ kan ada tuh coming soon, D'Crepes. Coming soon Alfamart ya udah ada yang booking tuh. Lalu satu lagi apa ya? Udah ini kan udah ada nan udah ada yang booking," katanya dalam uji coba untuk Kamis tersebut.

Kini, LRT Kelapa Gading-Manggarai dioperasikan untuk menjalani sejumlah tahapan uji coba penyempurnaan layanan. Budi mengatakan bakal ada juga uji coba nan melibatkan masyarakat umum melalui undangan dan pendaftaran terbuka.

Namun, hingga sekarang, belum ada tanggal peresmian nan dapat diumumkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Launching-nya ya saat ini tetap berproses, ya. Kita tunggu saja nanti," ujar Budi, Kamis (10/9).

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengadakan uji coba penyempurnaan jasa LRT Kelapa Gading-Manggarai pada Kamis (10/9).Uji coba proses tap di gate layanan LRT Kelapa Gading-Manggarai pada Kamis (10/9). (CNN Indonesia/Moureen Nathalia)

Setelah uji coba selesai, CNNIndonesia.com menemui beberapa penumpang nan juga pertama kali menaiki LRT Kelapa Gading-Manggarai.

Salah satunya adalah Daffa Ridwan (25). Bekerja sebagai jurnalis, Daffa memandang LRT sebagai opsi nan menarik untuk mobilisasi dengan waktu singkat.

"Saya bakal nyobain lagi sih, mungkin buat liputan geser-geser ke sana. Itu kan lumayan dari Manggarai ke Kelapa Gading tadi sekitar separuh jam-an lah, sekitar segitu. Jadi memudahkan sih biar enggak macet juga kan," ungkapnya.

Namun, Daffa sempat menyorot kondisi gerbong ketika dipadati penumpang.

Kekhawatiran mengenai suasana ketika LRT dipadati penumpang juga diungkapkan oleh Lydia (26).

"Cuma dengar-dengar, hanya ada dua dua gerbong gitu loh. Jadi kayaknya jika andaikata ramai itu tentu enggak enak, sempit," sebutnya.

Meskipun seperti itu, Lydia menyampaikan bahwa perjalanan LRT melintasi stasiun-stasiun baru terasa sangat halus. Mesin tap pada gate stasiun LRT pun tidak menyita waktu lama, ujarnya.

Secara keseluruhan, para peserta uji coba ini merasa perjalanan LRT sudah cukup nyaman. Namun, terdapat satu keluhan nan selalu muncul, ialah mengenai bunyi goresan rel di tikungan.

"Paling kurangnya tadi agak sempat ngeri dikit pas tikungan keretanya lantaran bunyi ngik-ngik gitu," ujar Dinda (25), salah seorang peserta uji coba LRT.

Terlepas dari kekhawatiran tersebut, Dinda tetap merasa nyaman pada pengalaman pertamanya menaiki LRT ini.

Sebagai seorang pengguna rutin transportasi umum, dia terkhususnya tertarik pada nilai nan ditawarkan oleh LRT Jakarta.

"Menurut saya itu sangat worth it lantaran kan infonya juga kan tarifnya 5.000 ya nanti. Jadi menurut saya itu sangat terjangkau, dan untuk saya nan anak kereta khususnya, lumayan jadi pengganti nan utama sih nantinya jika misal saya butuh ke arah Jakarta Utara," jelas Dinda.

(mou/kid)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional