Catat! 3 Larangan Bagi Jemaah Sebelum Puncak Haji Armuzna

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Jelang fase puncak haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jemaah diimbau untuk mulai menjaga stamina dan membatasi aktivitas nan tidak mendesak. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menginformasikan hal-hal nan dilarang sebelum puncak haji Armuzna.

Mengutip dari unggahan akun IG @kemenhaj.ri, berikut larangan bagi jemaah sebelum puncak haji Armuzna.

  • Dilarang mengagendakan city tour sebelum Armuzna
  • Dilarang membujuk jemaah keluar Makkah/Madinah untuk ziarah
  • Dilarang menyelenggarakan aktivitas di luar kepentingan ibadah utama

Larangan ini mencegah risiko, seperti:

  • Berisiko menyebabkan kelelahan fisik
  • Dapat menurunkan kondisi kesehatan jemaah
  • Mengganggu konsentrasi dan kekhusyukan ibadah
  • Berpotensi menghalang penyelenggaraan ibadah selama puncak haji di Armuzna

Imbauan untuk Jemaah Sebelum Menuju Armuzna

Melansir situs resmi Kemenhaj, jemaah haji Indonesia diimbau untuk mulai mengatur aktivitas secara bijak dan menjaga kondisi tubuh menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf, mengatakan bahwa kesiapan bentuk menjadi aspek krusial agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan optimal.

"Menjelang Armuzna, kami membujuk seluruh jemaah untuk mulai menghemat daya dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas bentuk nan tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji," ujar Maria Assegaf di Jakarta, Kamis (14/5).

Selain itu, PPIH Arab Saudi juga telah menyiapkan beragam skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan pergerakan jemaah, khususnya pada jalur Arafah menuju Muzdalifah dan Muzdalifah menuju Mina.

Berikut beberapa imbauan untuk jemaah haji.

  • Membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu udara sangat tinggi
  • Memperbanyak istirahat
  • Menjaga pola makan
  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh guna menghindari dehidrasi dan kelelahan
  • Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta alias akibat tinggi, selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor andaikan mengalami keluhan kesehatan.

"Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik," lanjut Maria.

Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk menggunakan perangkat pelindung diri sederhana, seperti payung, dasar kaki, dan masker andaikan diperlukan saat beraktivitas di luar hotel. Hal ini untuk mengurangi akibat gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

(kny/jbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News