Cari Kerja Makin Susah, Gen Z Teriak: Lulusan S1 Rebutan Loker SMA/SMK

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena tak terduga muncul di tengah ketatnya pasar kerja. Sejumlah pencari kerja dari kalangan Gen Z mengeluhkan semakin sulitnya mendapatkan pekerjaan, apalagi untuk posisi nan sebelumnya identik dengan lulusan SMA/SMK. Pasalnya, sekarang banyak pelamar lulusan S1 ikut bersaing di posisi tersebut.

Dila, salah satu pencari kerja nan merupakan lulusan SMK, mengaku saat ini tengah kembali berburu pekerjaan setelah kontraknya berhujung usai momen Lebaran. Ia sebelumnya sempat bekerja, namun sekarang kembali menganggur.

"Sebelumnya saya sudah pernah kerja. Ini lagi coba cari, lantaran pas lenyap takbiran kemarin perjanjian saya habis. Jadi sekarang lagi kosong," kata Dila saat ditemui di Mega Career Expo Jobstreet, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Ia datang ke career expo ini setelah mendapatkan info dari media sosial dan beriktikad melamar sebagai kasir di ritel modern. "Saya dapat info ke sini dari IG nya Super Indo, jadi memang niat melamar ke sana. Niatnya mau melamar jadi bagian kasir," ujarnya.

Namun, realita di lapangan membuatnya sempat minder. Ia mengaku persaingan terasa semakin berat, apalagi untuk posisi kasir sekalipun.

"Kalau itu ada (merasa pesimis), saya tadi sempat cerita ke kawan saya (Deby), gimana jika kita nggak kelirik. Tapi ya sudah mungkin bukan rezekinya, kita cari di tempat lain saja. Soalnya kita hanya lulusan SMK, sekarang makin susah cari kerja, nan kasir-kasir gitu sekarang ada S1 juga nan ngisi, ya walaupun mereka nggak lama ngisinya, tapi kan tetap itu jadi saingan kita," ungkap dia.

Hal senada disampaikan Deby, nan juga tengah mencari pekerjaan setelah kontraknya sebagai kasir berhujung awal tahun ini. Ia sekarang hanya membantu upaya ibunya sembari menunggu panggilan kerja.

"Iya, saya juga sudah sempat kerja, sebelumnya jadi kasir di Ramayana. Tapi terakhir Januari kemarin perjanjian saya habis. Dari situ kosong, bantu-bantu ibu jualan kue saja, belum ada panggilan," tutur Deby.

Deby mengatakan, kondisi saat ini membikin persaingan kerja semakin tidak seimbang. Posisi nan dulunya diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK sekarang juga diisi oleh lulusan perguruan tinggi, khususnya S1.

"Benar kata kawan saya (Dila), sekarang cari kerja susah, banyak nan lowongan harusnya buat kita lulusan SMK (SMA) itu diisi S1 juga. Tadi sempat takut kalah juga pas sampai sini, pas lagi ngantri di depan booth, itu saya liat kanan kiri saya rupanya lulusan S1," jelasnya.

Sementara itu, Toni, pencari kerja lainnya, memilih mundur setelah memandang kondisi di lokasi. Ia mengaku sempat pesimis saat memandang antrean panjang pelamar.

"Sebelumnya saya sempat kerja di Alfamart. Tapi sekarang sudah engga," kata Toni.

Ia datang setelah mendapat info dari media sosial, namun langsung merasa kalah bersaing saat memandang situasi di lapangan.

"Ke sini dapat info dari Facebook, tapi pas sampai, terus ngeliat antriannya ramai, saya jadi pesimis," ucap dia.

"Karena antreannya sudah ramai, saingannya pasti sudah banyak, jadi pesimis," lanjutnya.

Alih-alih tetap melamar, Toni memilih menunggu dan mengawasi situasi dari luar area career expo.

Fenomena ini mencerminkan semakin ketatnya persaingan di pasar kerja, di mana lulusan perguruan tinggi sekarang turut mengisi posisi nan sebelumnya menjadi ruang bagi lulusan SMA/SMK. Kondisi tersebut membikin golongan lulusan menengah kudu bersaing lebih keras untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi di level entry sekalipun.

Para pencari kerja alias Jobseeker mencari info lowongan pekerja dalam aktivitas Mega Career Expo 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta, Jumat (17/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Para pencari kerja alias Jobseeker mencari info lowongan pekerja dalam aktivitas Mega Career Expo 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta, Jumat (17/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Para pencari kerja alias Jobseeker mencari info lowongan pekerja dalam aktivitas Mega Career Expo 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta, Jumat (17/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News