Cara Mengenali dan Mencegah Hipertensi dan Anemia Bagi Ibu Hamil

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Cara Mengenali dan Mencegah Hipertensi dan Anemia Bagi Ibu Hamil Ilustrasi(Magnific.com)

KEHAMILAN merupakan masa nan membahagiakan, namun masa nan membawa banyak perubahan pada tubuh sang ibu juga. Dua kondisi nan kerap muncul adalah hipertensi (tekanan darah tinggi) dan anemia, kondisi tekanan darah nan tidak stabil dan kekurangan sel darah merah sama-sama bisa memengaruhi kesehatan ibu dan janin.

Yang semakin rawan adalah kedua kondisi tersebut sering tidak disadari lantaran gejalanya nan mirip keluhan kehamilan biasa. Berikut adalah langkah mengidentifikasi dan mencegah hipertensi serta anemia bagi ibu hamil:

Hipertensi: Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Tekanan darah ibu selama mengandung condong naik turun, tetapi kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Hipertensi nan tidak segera ditangani berisiko mengganggu perkembangan janin dan memicu kelahiran prematur.

Tekanan darah normal ibu mengandung adalah 120/80 mmHg. Apabila tekanannya mencapai 140/90 mmHg, maka dapa dinyatakan mengalami hipertensi. 

Hipertensi umumnya muncul pada trimester kedua alias ketiga. Gejala nan dapat dirasakan selama hipertensi antara lain sakit kepala, penglihatan kabur, nyeri perut, sesak napas, serta pembengkakan di tangan dan wajah.

Bagi para ibu hamil, berikut adalah langkah untuk mencegah akibat hipertensi:

  1. Kurangi garam

    Konsumsi garam berlebih adalah salah satu pemicu umum. Pedoman Diet Amerika 2020-2025 menyebut pemisah maksimal sekitar 3,3 gram per hari, termasuk dari masakan dan camilan.

  2. Jaga berat badan 

    Kenaikan berat badan saat mengandung itu wajar, tetapi perlu dikendalikan lewat makanan bergizi seimbang lantaran kenaikan berlebih dapat memperburuk hipertensi.

  3. Perbanyak sayur dan buah

    Pisang, alpukat, dan anggur adalah contoh pilihan nan baik. Kandungan gizinya membantu menurunkan tekanan darah sekaligus menunjang tumbuh kembang janin.

  4. Tetap aktif bergerak

    Olahraga ringan seperti yoga alias senam mengandung cukup untuk melancarkan peredaran darah dan membantu membakar lemak nan bisa menghalang aliran darah.

  5. Cukupi asupan omega-3

    Menurut American Pregnancy Association, omega-3 membantu mengelola hipertensi dan mendukung kepintaran janin. Pastikan sumbernya aman, misalnya ikan salmon alias suplemen nan dianjurkan dokter.

  6. Pantau tekanan darah di rumah

     Anggota family dapat membantu memantau tekanan darah ibu mengandung menggunakan tensimeter, terutama saat muncul gejala. Jika hasilnya melampaui pemisah normal, segera konsultasi ke master untuk meresepkan obat penurun tekanan darah dengan jenis dan dosis nan disesuaikan dengan kondisi ibu.

  7. Rutin kontrol kehamilan ke master kebidanan dan kandungan

    Rutin dalam pengecekan kesehatan sangat krusial juga untuk memastikan kesehatan ibu dan janin baik-baik saja. Jangan ragu untuk bercerita andaikan terasa indikasi hipertensi pada ibu hamil, agar dapat dibantu diperiksa dan diobati andaikan betul adanya hipertensi.

Anemia: Sel Darah Merah tidak Cukup pada Ibu Hamil

Anemia terjadi ketika tubuh ibu mengandung kekurangan sel darah merah. Selama hamil, tubuh memproduksi darah sekitar 20 hingga 30 persen lebih banyak, sehingga tambahan unsur besi dan vitamin nan cukup sangat krusial agar tubuh dapat membentuk sel darah merah untuk ibu maupun janin.

Pada tahap awal, anemia sering tanpa gejala. Namun seiring waktu, indikasi berupa pusing, lemas, lelah, sakit kepala, sesak napas, jantung berdebar, susah berkonsentrasi, alias tampak pucat bisa muncul. Karena indikasi anemia serupa dengan keluhan mengandung biasa, tes darah rutin sangat krusial bagi kesehatan ibu dan janin.

Jenis nan paling sering muncul adalah anemia defisiensi unsur besi, disusul kekurangan masam folat dan vitamin B12.  Risiko anemia lebih tinggi pada ibu yang:

  • pernah anemia sebelum hamil
  • mengandung kembar
  • kurang makan makanan kaya unsur besi
  • hamil lagi dalam jarak terlalu dekat
  • punya riwayat menstruasi nan deras
  • sering muntah lantaran mual di awal kehamilan

Bagi para ibu hamil, berikut adalah langkah untuk mencegah akibat anemia: 

  1. Konsumsi vitamin prenatal

    Vitamin prenatal biasanya mengandung unsur besi, mengonsumsi vitamin prenatal dapat membantu mencegah serta mengatasi anemia defisiensi unsur besi selama kehamilan. Selama kehamilan, ibu mengandung memerlukan 27 miligram unsur besi setiap harinya.

  2. Pantau kebutuhan nutrisi

    Nutrisi nan baik juga dapat mencegah anemia defisiensi unsur besi selama kehamilan. Sumber unsur besi dari makanan antara lain daging merah tanpa lemak, unggas, dan ikan. Pilihan lainnya mencakup sereal sarapan nan diperkaya unsur besi, sayuran hijau tua, serta kacang-kacangan kering.

  3. Konsumsi unsur besi dengan vitamin C

    Zat besi nan berasal dari produk hewani, seperti daging, paling mudah diserap oleh tubuh. Untuk meningkatkan penyerapan unsur besi dari sumber nabati maupun suplemen, konsumsi juga makanan alias minuman nan kaya bakal vitamin C seperti saribuah jeruk, saribuah tomat, alias stroberi. Namun perlu diperhatikan untuk tidak memilih jenis saribuah nan diperkaya kalsium, lantaran unsur ini dapat menghalang penyerapan unsur besi.

Sumber: Siloam Hospitals, Cleveland Clinic, Mayo Clinic

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑