Cara Menenangkan Batin tanpa Duduk Diam

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Cara Menenangkan Batin tanpa Duduk Diam Meditation Soul Tata Hati.(Dok. Soul)

YAYASAN Cahaya Cinta Kasih bakal menggelar Talkshow & Meditation Soul Tata Hati di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 10 Oktober 2026. Mengangkat tema Menata Batin, Mengurai Beban, aktivitas ini bakal menghadirkan Bunda Arsaningsih dan mengenalkan pendekatan Meditasi SOUL Reflection nan tidak mensyaratkan peserta duduk dalam posisi tertentu maupun mengosongkan pikiran.

Peserta Meditasi SOUL Reflection asal Jakarta, Santi, mengatakan praktik tersebut membuatnya lebih terbuka dalam mengenali kondisi diri.

“Setelah mengikuti meditasi ini, saya menjadi lebih terbuka untuk mengenal diri. Seperti quote Bunda: peralatan siapa mengenal dirinya, maka dia bakal mengenal Tuhannya,” kata Santi dalam keterangan nan diterima.

SOUL Reflection merupakan metode meditasi nan dikembangkan Arsaningsih sejak 2010. Berbeda dari pendekatan meditasi nan menitikberatkan pada posisi tubuh, pengaturan napas, alias upaya mengosongkan pikiran, metode ini berfokus pada proses mengawasi gejolak jiwa dan mengenali respons seseorang terhadap kondisi nan dialaminya.

Menurut Arsaningsih, kondisi setiap orang berbeda sehingga praktik meditasi tidak selalu dapat dilakukan dengan satu teknik nan kaku. Dalam SOUL Reflection, praktisi diarahkan mengenali rasa, pikiran, maupun respons nan muncul ketika menghadapi suatu persoalan.

Bagi pemula, proses tersebut dapat dilakukan dengan menyediakan waktu unik untuk melakukan refleksi. Namun, peserta tidak diwajibkan duduk dalam posisi tertentu. Sementara bagi praktisi nan telah terbiasa, proses pengamatan diri disebut dapat diterapkan di tengah aktivitas sehari-hari.

Pendekatan tersebut juga tidak menempatkan pikiran sebagai sesuatu nan kudu dikosongkan. Pikiran justru digunakan untuk membantu seseorang mengenali kondisi diri serta mencari sumber gejolak jiwa nan sedang dialami.

Dalam keterangannya, Bunda Arsaningsih menyebut pengamatan terhadap kondisi jiwa diperlukan agar masalah seperti kecemasan, kesedihan berkepanjangan, alias tekanan akibat suatu peristiwa dapat dikenali lebih awal dan tidak terus menumpuk.

Salah satu peserta nan tinggal di Singapura, Ira Sophia, mengaku menggunakan proses refleksi untuk menghadapi persoalan nan sebelumnya condong dipendam.

“Melalui teknik Meditasi SOUL Reflection, saya belajar untuk tidak hanya memendam masalah, tetapi betul-betul ‘membersihkan’ akar masalah tersebut. Kini, hidup saya terasa jauh lebih ringan dan bermakna,” ujar Ira.

Teknik SOUL Meter

Selain pengamatan terhadap kondisi mental, SOUL Reflection memasukkan unsur spiritual dalam praktiknya. Penyelenggara menyebut keterhubungan dengan Tuhan menjadi salah satu bagian dalam proses pengelolaan batin, tetapi tidak diarahkan pada ritual dari satu kepercayaan tertentu.

Dalam konsep tersebut terdapat istilah “Jiwa Luhur”, nan digunakan untuk menyebut figur suci berasas kepercayaan masing-masing praktisi. Karena itu, penyelenggara menyatakan aktivitas dapat diikuti peserta dengan latar belakang kepercayaan dan kepercayaan nan berbeda.

SOUL Reflection mempunyai tiga tahapan utama, ialah identifikasi, pemurnian, dan “top up tabungan kebaikan”. Identifikasi dilakukan dengan mengawasi respons diri terhadap peristiwa nan menimbulkan gejolak batin. Tahap pemurnian diarahkan pada proses melepaskan luka dan emosi negatif, sedangkan tahap terakhir berisi penguatan niat maupun tindakan positif, seperti doa, cinta kasih, pelayanan, dan perbuatan baik.

Arsaningsih juga mengembangkan teknik nan disebut SOUL Meter. Dalam materi kegiatan, metode tersebut digunakan praktisi tingkat lanjut untuk mengawasi perubahan nan mereka sebut sebagai kondisi alias radiasi daya sebelum dan setelah melakukan meditasi.

Menurut Arsaningsih, pagi hari menjadi salah satu waktu nan dianjurkan untuk melakukan refleksi lantaran situasi relatif lebih tenang. Ia menyebut rentang pukul 03.00 hingga 05.00 sebagai waktu nan dapat dimanfaatkan untuk meditasi dan membangun keterhubungan spiritual.

Selain dilakukan secara individu, praktik SOUL Reflection juga diselenggarakan secara berbareng melalui Soul Community nan berjalan setiap Rabu melalui kanal YouTube Bunda Arsaningsih.

Dalam perkembangannya, program SOUL Tata Hati juga telah digelar di sejumlah kota di luar Indonesia, antara lain Paris di Prancis, Asolo di Italia, Brussels di Belgia, Den Haag di Belanda, dan Wellington di Selandia Baru.

Pada 2024, Arsaningsih juga tercatat dalam materi penyelenggara memperoleh Rekor MURI sebagai penuntun renungan jiwa alias meditasi massal dengan jumlah peserta sebanyak 3.169 orang. Talkshow & Meditation Soul Tata Hati di Yogyakarta pada 10 Oktober mendatang bakal diisi dengan sesi berbagi pengalaman, refleksi, serta praktik meditasi. Kegiatan di Grha Sabha Pramana UGM tersebut terbuka untuk masyarakat umum. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia