
foto ilustrasi: Gemini AI
- Menjelang bulan suci Ramadhan, menjaga kebersihan perangkat salat menjadi perihal nan sangat krusial agar ibadah Tarawih terasa lebih khusyuk. Salah satu masalah nan sering dialami pemilik mukena putih adalah munculnya bintik-bintik hitam akibat jamur.
Biasanya, jamur ini tumbuh lantaran mukena sering dibiarkan terlipat dalam kondisi lembap setelah terkena sisa air wudhu di area wajah. Selain bikin tampilan jadi kusam, jamur ini juga sering memicu aroma apek nan mengganggu kenyamanan saat salat. Detergen biasa terkadang tak cukup kuat untuk melibas noda membandel ini. Namun, jangan buru-buru beli mukena baru, lantaran ada trik simpel dari kanal YouTube Nurussiyamah nan bisa dicoba di rumah.
Langkah Mudah Bersihkan Mukena Putih Dalam 30 Menit
Hanya butuh waktu singkat, mukena kesayangan bisa kembali putih bersih dan harum. Berikut langkah-langkahnya:
1. Sikat Noda dengan Pemutih: Gunakan cairan pemutih tanpa campuran air. Ambil sikat gigi bekas, lampau gosokkan secara perlahan tepat pada bagian bintik hitam jamur sampai noda memudar.

foto: YouTube/Nurussiyamah
2. Rendam Air Hangat: Siapkan air hangat nan dicampur detergen, lampau rendam mukena selama 10-15 menit. Air rendaman biasanya bakal berubah keruh kecokelatan nan menandakan kotoran mulai luruh. Setelah itu, kucek mukena dan bilas dengan air mengalir sampai airnya bening.
"Tak perlu direndam lagi. Ini sudah lumayan tidak terlihat keruh air rendamannya. Jadi ini menandakan sudah tidak ada lagi kotoran nan menempel di mukena," ungkap pengguna YouTube tersebut, dikutip BrilioFood, Rabu (18/2/2026).

foto: YouTube/Nurussiyamah
3. Bilas dengan Cuka dan Pewangi: Sebagai sentuhan akhir, bilas mukena dengan campuran air, pewangi pakaian, dan sedikit cuka makan. Rendam sejenak sebelum dikeringkan dan dijemur. Hasilnya, mukena bakal putih bersih seperti baru.

foto: YouTube/Nurussiyamah
"Terakhir agar mukena wangi seperti lenyap dilaundry, saya kasih pewangi dan cuka makanan. Jadi kelak aromanya bisa awet dan lebih harum," pungkasnya.
FAQ Baru Mengenai Perawatan Mukena
1. Mengapa cuka digunakan dalam campuran pewangi pakaian?
Cuka berfaedah sebagai pelembut alami dan pengunci warna. Selain itu, cuka membantu menetralkan sisa detergen nan tertinggal sehingga aroma pewangi bisa terserap lebih maksimal dan tahan lama.
2. Apakah air hangat kondusif untuk semua jenis bahan mukena?
Air hangat (bukan air mendidih) umumnya kondusif untuk mukena berbahan katun. Namun, untuk bahan nan sangat tipis alias sutra, sebaiknya gunakan air suhu ruang agar serat kain tidak rusak.
3. Berapa kali sebaiknya mukena dicuci selama bulan Ramadhan?
Karena gelombang pemakaian meningkat saat Tarawih dan Tadarus, sebaiknya mukena dicuci setiap 3-4 hari sekali untuk mencegah penumpukan keringat dan sisa air wudhu nan memicu jamur.
4. Bagaimana langkah mencegah bintik hitam muncul kembali?
Pastikan mukena selalu digantung di tempat nan kering setelah dipakai. Hindari langsung melipat alias memasukkannya ke dalam tas mukena jika tetap terasa lembap setelah salat.
5. Apakah pemutih busana bisa membikin kain mukena menjadi tipis?
Jika digunakan terlalu sering alias dalam jangka waktu lama, bahan kimia pada pemutih memang bisa melemahkan serat kain. Gunakan hanya pada area nan bernoda dan segera bilas hingga betul-betul bersih.
(brl/tin)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·