MSG vs penyedap rasa bubuk, ternyata ini alasan micin lebih fleksibel untuk aneka jenis masakan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
MSG vs penyedap rasa bubuk, rupanya ini argumen micin lebih elastis untuk jenis jenis masakan

- Urusan dapur memang selalu menarik untuk dibahas, terutama jika sudah menyangkut soal ramuan penambah rasa gurih. Masih banyak dugaan keliru nan menyamakan semua jenis bahan penyedap di pasaran. Padahal, ada perbedaan nan sangat jelas antara butiran murni penambah gurih dengan serbuk kaldu campuran nan biasa dibeli di toko.

Apa Itu MSG?

MSG singkatan dari monosodium glutamate ini sebenarnya punya banyak nama panggilan berkawan di masyarakat, mulai dari micin, mecin, vetsin, sampai garam Cina. Bentuk fisiknya berupa butiran kristal putih nan sekilas mirip sekali dengan gula alias garam dapur. Sifat ramuan serbaguna ini sangat praktis lantaran mudah larut di dalam air dan mudah dicerna oleh tubuh.

Kehadiran ramuan pelezat ini melahirkan sebuah karakter rasa baru berjulukan umami, istilah dari bahasa Jepang nan berfaedah rasa gurih nan lezat. Rasa gurih ini melengkapi empat rasa dasar lainnya nan sudah berkawan di lidah, ialah manis, asin, asam, dan pahit.

MSG vs penyedap rasa bubuk, rupanya ini argumen micin lebih elastis untuk jenis jenis masakan

Foto: Shutterstock.com

Bumbu pelezat ini sudah diandalkan di beragam negara sejak beratus-ratus tahun silam oleh ibu rumah tangga, jurumasak restoran, produsen makanan, hingga pedagang kaki lima. Dahulu, produk ini pertama kali dibuat lewat proses kristalisasi ekstrak kaldu rumput laut.

Seiring berjalannya waktu, proses pembuatannya beranjak menggunakan teknik fermentasi dengan bahan baku lain seperti pati jagung, gandum, gula bit, tebu, alias molase nan merupakan produk sampingan gula. Di dalamnya terkandung kombinasi natrium dan masam glutamat. Natrium sendiri merupakan satu dari dua unsur nan membentuk garam dapur. Sementara masam glutamat adalah masam amino nonesensial nan diproduksi secara alami oleh tubuh manusia serta bisa ditemukan dalam protein hewani maupun nabati.

MSG vs Penyedap Rasa Bubuk, Apa Bedanya?

Banyak nan mengira keduanya adalah peralatan nan sama, padahal aslinya berbeda jauh. Ini bedanya MSG vs penyedap rasa serbuk sering banyak orang salah kaprah.

MSG murni merupakan sebuah unsur penguat rasa tunggal alias flavor enhancer nan berisi sekitar 99 persen Monosodium Glutamat murni dari hasil fermentasi bahan alami seperti jagung alias tetesan tebu. Fungsinya hanya satu, ialah memperkuat cita rasa gurih umami nan kaya tanpa mengubah aroma original masakan.

Secara kimiawi, kandungan glutamat di dalamnya sama persis dengan glutamat alami pada tomat, jamur, keju, daging, apalagi air susu ibu. Bedanya, glutamat pada ramuan kristal ini sudah digabung dengan natrium agar mudah dipakai dalam corak serbuk penyedap.

MSG vs penyedap rasa bubuk, rupanya ini argumen micin lebih elastis untuk jenis jenis masakan

Foto: Shutterstock.com

Sebaliknya, penyedap rasa serbuk alias kaldu serbuk adalah corak ramuan campuran nan jauh lebih kompleks. Isinya bukan hanya satu bahan spesifik, melainkan kombinasi dari beragam macam bahan seperti garam, gula, rempah-rempah, ekstrak sayuran, hingga ekstrak daging ayam alias sapi. Kadang produk campuran ini juga ditambahkan bahan pengawet alias bahan tambahan lainnya, termasuk sedikit kandungan MSG murni di dalamnya.

Hasilnya, kaldu serbuk tidak hanya memberikan rasa gurih, tapi juga membawa aroma unik nan kuat seperti rasa sapi alias ayam. Karena MSG murni hanya terdiri dari satu bahan dengan kegunaan spesifik sebagai penguat rasa, penggunaannya jadi jauh lebih elastis untuk beragam jenis masakan serta sangat mudah disesuaikan dengan bumbu-bumbu lain nan sudah dimasukkan. Misalnya, penggunaan MSG dalam resep ayam goreng bawang putih bakal membikin rasa masakan lebih lezat tanpa menambahkan rasa lain di masakan.

Mengapa MSG Menjadi Pilihan untuk Menguatkan Rasa Masakan?

Alasan utamanya terletak pada langkah kerjanya nan unik saat menyentuh indra pengecap. Bumbu kristal ini bekerja dengan langkah merangsang sensor-sensor pengecap rasa nan ada di permukaan lidah.

Kinerja ini langsung membangkitkan karakter rasa alami dari bahan makanan itu sendiri sehingga muncul sensasi gurih nan mantap. Penggunaan ramuan ini juga bisa meningkatkan produksi air liur di dalam mulut.

Efek positifnya, rasa makanan jadi bisa tersebar secara merata ke seluruh permukaan lidah. Melalui takaran nan tepat, rasa alami dari masakan bakal semakin kuat, membikin hidangan terasa jauh lebih lezat dan menggugah selera.

Tips Menggunakan MSG agar Masakan Lebih Gurih dan Seimbang

Agar masakan menghasilkan rasa gurih nan pas dan seimbang, ada beberapa trik sederhana nan bisa diterapkan saat memasak. Kunci utamanya adalah selalu memperlakukannya sebagai pelengkap masakan saja, bukan sebagai bahan utama. Takaran nan dianjurkan cukup hemat, ialah maksimal seperempat sendok teh saja untuk setiap satu liter masakan berkuah seperti sup alias kaldu.

Langkah berikutnya adalah mengombinasikannya dengan garam dapur secara cermat. Memadukan keduanya rupanya bisa memotong kebutuhan natrium hingga 35 persen jika dibandingkan dengan memasak nan hanya mengandalkan garam dapur saja.

MSG vs penyedap rasa bubuk, rupanya ini argumen micin lebih elastis untuk jenis jenis masakan

Foto: Shutterstock.com

Kombinasi ini sangat efektif untuk memunculkan kelezatan alami dari bahan makanan sekaligus menjaga keseimbangan rasa gurih nan pas. Waktu memasukkannya ke dalam masakan juga kudu diperhatikan dengan baik.

Pastikan untuk menambahkan ramuan kristal ini di akhir proses memasak, tepat sesaat sebelum kompor dimatikan. Trik waktu ini sangat membantu agar rasa umami tidak rusak akibat terpapar suhu panas nan terlalu lama selama proses memasak.

Nah, apa sih masakan nan lezat dengan MSG? Yuk cek resep nasi goreng daging ayam di bawah ini bareng BrilioFood, Kamis (23/7).

Resep Nasi Goreng Daging Ayam

MSG vs penyedap rasa bubuk, rupanya ini argumen micin lebih elastis untuk jenis jenis masakan

foto: Shutterstock.com

Bahan:
- 2 piring nasi putih, sebaiknya nasi dingin/sehari sebelumnya
- 150–200 g dada alias paha ayam tanpa tulang, pangkas kecil-kecil
- 1 balut Sasa Bumbu Nasi Goreng Ayam Spesial
- 2 butir telur, kocok lepas
- 2 sdm minyak goreng
- 2 siung bawang putih, cincang lembut (opsional)
- ½ buah bawang bombay kecil, iris tipis (opsional)
- 1 batang daun bawang, iris tipis
- 1 sdm margarin alias butter (opsional, untuk rasa lebih gurih)

Topping pelengkap (sesuai selera):
- Kerupuk
- Bawang goreng
- Irisan mentimun dan tomat
- Acar
- Telur ceplok/dadar
- Cabai rawit iris jika suka pedas

Cara Membuat:
1. Dinginkan nasi jika tetap panas.
2. Potong ayam kecil-kecil agar sigap matang.
3. Panaskan 1 sdm minyak goreng di wajan dengan api sedang. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum.
4. Masukkan ayam, aduk-aduk hingga ayam berubah warna dan matang. Tambahkan margarin/butter jika mau rasa lebih gurih. Aduk rata.
5. Geser ayam ke pinggir wajan. Tambahkan sedikit minyak jika perlu.
6. Tuang telur kocok di sisi wajan nan kosong. Aduk sampai telur matang orak-arik.
7. Campur kembali telur dengan ayam.
8. Masukkan nasi putih ke dalam wajan. Taburkan Sasa Bumbu Nasi Goreng Ayam Spesial di atas nasi.
9. Aduk rata sampai semua nasi tercampur bumbu, ayam, dan telur.
10. Pecah-pecah nasi nan menggumpal dengan spatula agar tidak bergerindil.
11. Masukkan irisan daun bawang. Aduk sejenak saja.
12. Cicipi sedikit. Biasanya rasanya sudah pas dengan Sasa Bumbu Nasi Goreng Ayam Spesial.
13. Kalau mau pedas, tambahkan irisan cabe rawit dan kombinasi lagi.
14. Matikan kompor. Pindahkan nasi goreng ke piring saji.
15. Tambahkan topping: kerupuk, bawang goreng, irisan timun dan tomat, acar, dan telur ceplok/dadar.

(brl/lak)

Selengkapnya
Sumber Briliofood.net
Briliofood.net