Cara Elegan Seskab Teddy Rawat Jaringan Dinilai Perlu Dicontoh Politisi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pengamat nilai langkah Seskab rawat jaringan perlu dicontoh politisi.

, JAKARTA, – Pengamat politik Hendri Satrio namalain Hensa menilai bahwa langkah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam merawat jaringan dengan rekan-rekan seangkatannya merupakan sebuah manuver strategis jangka panjang nan perlu dicontoh oleh para politisi. Penilaian ini muncul setelah memandang pesan nan disampaikan Teddy dalam sebuah momen keakraban reuni.

Hensa menyoroti kehadiran Teddy saat menghadiri reuni dan syukuran 15 tahun Akademi TNI-Polri Angkatan 2011 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Menurutnya, langkah tersebut dikemas dengan sangat rapi melalui momen keakraban, berbeda jauh dengan langkah konvensional para elite politik.

"Di saat banyak elite politik pusing cari panggung, pasang iklan di mana-mana, dan tebar janji buat cari dukungan, Seskab Teddy justru ngasih masterclass gimana langkah bangun loyalitas nan sesungguhnya, ialah mulai dari jaringan nan dia kenal sendiri namalain kawan angkatannya," kata Hensa dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Orkestrasi Persahabatan Tanpa Transaksi Politik

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI tersebut menilai bahwa Teddy sangat sadar bakal regenerasi kekuatan di tubuh abdi negara dan birokrasi. Kekuatan di masa depan perlahan bakal berganti ke angkatan nan lebih muda, seperti Akmil 2011. Alih-alih membiarkan rekan-rekannya terjebak dalam ambisi perseorangan alias persaingan mengejar pangkat, Seskab Teddy justru menyatukan mereka untuk berjuang bersama.

"Lewat reuni dan pesan 'yang di atas bantu nan di bawah', dia sudah mengunci soliditas 2011 lintas matra tanpa perlu transaksi politik apa-apa. Ini orkestrasi persahabatan nan sangat cantik, sekaligus mengamankan kekuatan tanpa terlihat bermanuver," ujar Hensa.

Gaya komunikasi nan luwes dari Seskab Teddy dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan komando formal. Hensa menekankan bahwa langkah Teddy terasa lebih natural lantaran berdasarkan ikatan emosional persahabatan, dibandingkan dengan manuver para elite politik sipil nan sering kali berbiaya mahal.

"Politisi kita lagi-lagi harusnya belajar dari langkah Teddy merawat jaringan, sangat elegan dan tidak murahan. Dia enggak maksa orang tunduk pakai instrumen kekuasaan," ucapnya menambahkan.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional