Cara Daftar Jadi Nasabah Bank Sampah Jakarta, Simak Langkahnya!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Masyarakat Jakarta sekarang dapat ikut berperan-serta dalam pengelolaan sampah melalui program e-Bank Sampah Jakarta. Program ini memungkinkan penduduk menjadi pengguna bank sampah untuk menyetorkan sampah terpilah sekaligus memperoleh nilai ekonomi dari hasil pengelolaannya.

Layanan e-Bank Sampah Jakarta disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mempermudah pengelolaan sampah secara lebih terorganisir dan terukur. Melalui sistem ini, penduduk dapat melakukan pendaftaran, memantau transaksi sampah, hingga mengetahui letak bank sampah terdekat secara online.

Apa Itu Nasabah Bank Sampah?

Nasabah bank sampah adalah masyarakat nan terdaftar dalam sistem bank sampah untuk menyetorkan sampah nan telah dipilah sesuai kategori tertentu. Sampah nan disetorkan nantinya bakal ditimbang dan dikonversikan menjadi nilai rupiah sesuai jenis serta berat sampah.

Program ini merupakan bagian dari upaya pengurangan sampah berbasis prinsip 3R, ialah reduce, reuse, dan recycle. Selain membantu pengelolaan lingkungan, bank sampah juga mendorong masyarakat lebih aktif memilah sampah sejak dari rumah.

Langkah Pendaftaran Nasabah

Warga Jakarta nan mau ikut serta menjadi bagian dari pengelolaan sampah lewat e-Bank Sampah Jakarta dapat menjadi pengguna dengan langkah berikut:

  1. Registrasi melalui e-Bank Sampah Jakarta
    - Alamat website di banksampah.jakarta.go.id
  2. Melengkapi info profil alias info diri
  3. Memilih bank sampah nan diinginkan

Setelah registrasi disetujui oleh bank sampah, pengguna dapat:

  • Memonitor transaksi dan memandang laporan transaksi
  • Mengecek status keanggotaan aktif alias tidak aktif

e-Bank Sampah JakartaTampilan website e-Bank Sampah Jakarta (Foto: Tangkapan Layar)

Mekanisme Kerja Bank Sampah

Berikut sistem kerja bank sampah secara umum:

Pengumpulan dan Pemilahan Sampah

Masyarakat terlebih dulu melakukan pemilahan sampah di rumah berasas jenisnya. Sampah dibagi ke dalam tiga kategori utama, ialah sampah kering, sampah basah, dan sampah elektronik.

Sampah kering mencakup plastik, kertas, logam, dan kaca nan dapat didaur ulang. Sementara sampah basah berupa sisa makanan maupun bahan organik nan dapat diolah menjadi kompos. Adapun sampah elektronik meliputi kabel dan peralatan elektronik jejak nan memerlukan penanganan khusus.

Jenis sampah nan dapat diterima bank sampah umumnya adalah sampah kering seperti plastik, kertas, logam, dan kaca. Sampah tersebut dapat disetorkan setelah mencapai berat minimal sekitar 1 kilogram.

Penyetoran dan Daur Ulang

Setelah sampah terkumpul, penduduk dapat menyetorkannya ke bank sampah sesuai jam operasional masing-masing lokasi. Sampah kemudian ditimbang dan dicatat dalam kitab tabungan nasabah.

Nilai sampah bakal dikonversikan ke dalam rupiah sesuai jenis dan beratnya. Saldo tersebut nantinya dapat dicairkan oleh pengguna sesuai ketentuan nan bertindak di masing-masing bank sampah.

Di letak bank sampah, sampah bakal dipilah kembali secara lebih rinci sebelum dijual ke lapak besar alias industri daur ulang. Dari proses tersebut, sampah nan sebelumnya tidak terpakai dapat mempunyai nilai ekonomi.

Jenis Tabungan di Bank Sampah

Bank sampah juga menyediakan beragam jenis tabungan bagi nasabah. Berikut beberapa di antaranya:

  • Tabungan Reguler
    Tabungan pribadi nan dapat digunakan untuk penarikan maupun penyimpanan hasil transaksi sampah.
  • Tabungan Lingkungan
    Tabungan nan dimanfaatkan untuk kebutuhan pengelolaan lingkungan, seperti pengadaan gerobak sampah, komposter, alias mesin daur ulang.
  • Tabungan Pendidikan
    Tabungan nan dapat dicairkan untuk kebutuhan pendidikan, termasuk saat tahun aliran baru.
  • Tabungan Sembako
    Tabungan dengan sistem penukaran hasil sampah menjadi kebutuhan sembako.
  • Tabungan Lebaran
    Tabungan nan dapat dicairkan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
  • Tabungan Sedekah
    Tabungan nan disalurkan untuk aktivitas sosial, seperti support pendidikan maupun santunan. Nasabah tetap memperoleh laporan penyaluran biaya sebagai corak transparansi.

Program e-Bank Sampah Jakarta diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, program ini juga memberi faedah ekonomi melalui sistem tabungan berbasis sampah daur ulang. (wia/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News