Bung Karno dan Muhammadiyah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Ir. Soekarno. Foto: Shutterstock

Ada kata-kata Bung Karno nan menarik untuk diingat oleh seluruh penduduk Muhammadiyah. Kata-kata itu disampaikan Bung Karno dalam salah satu kesempatan berbareng Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah waktu itu ialah KH. Ahmad Badawi.

Bung Karno berbicara kepada penduduk Muhammadiyah nan hadir, tahukah kerabat kenapa saya cinta dan menjadi personil Muhammadiyah apalagi menjadi personil setia dari Muhammadiyah? Bung Karno berbicara sebagai pemuda telah nginthil-nginthil Kiai Ahmad Dahlan lantaran aliran nan diberikannya itu betul-betul sesuai dengan alam pikirannya.

Ajarannya juga telah menggugah kalbu dan rohnya, ialah satu kepercayaan nan teguh tentang kebenaran Islam. Baginya Muhammadiyah nan didirikan oleh KH Ahmad Dahlan itu adalah purification of the mind, rejuvenation of the Islam creed. Jadi itulah sebabnya, Bung Karno khintil Kiai Haji Ahmad Dahlan menjadi personil nan setia kepada Muhammadiyah.

Bung Karno juga melanjutkan, bahwa dirinya percaya seuatu bangsa dan kepercayaan bakal kuat jika punya pikiran nan tidak dikotori oleh khurafat-khurafat yang tidak betul dan bid'ah nan menyalahi prinsip pokok.

Oleh lantaran itu kecintaannya pada Muhammadiyah, beliau hubungkan dengan negara, tanah air, dan bangsa. Maka ketiganya itu adalah petunjuk dari Allah SWT. Bagi Bung Karno dan Muhammadiyah, seperti nan dikatakan Mas Badawi, Bung Karno mengabdi kepada negara, agar negara ini selamat dan bagi penduduk Muhammadiyah itu adalah suatu ibadah.

Menurut Bung Karno ibadah bukan hanya sembahyang alias salat, tapi segala sesuatu perbuatan kita nan berfaedah penyembahan dan kebaktian kepada Allah SWT.

Oleh lantaran itu menyelamatkan, mempersatukan, dan memakmurkan tanah air adalah ibadah, lantaran negara dan bangsa adalah petunjuk dari Tuhan kepada kita.

Oleh lantaran itu saya tertarik menjadi personil dan pengayom Muhammadiyah, bukan saja lantaran sebagai manusia nan percaya dan setuju dengan purification of mind dan rejuvenation of Islam creed nan dijalankan Muhammadiyah--tetapi juga seperti dikatakan oleh KH Ahmad Badawi mengurus negara, bangsa dan tanah air itu ibadah.

Jadi dari kata-kata Bung Karno ada pesan kuat nan ditinggalkannya nan sangat patut diingat, di mana Bung Karno sebagai Presiden dan penduduk setia Muhammadiyah meminta agar jangan membiarkan negara, bangsa, dan tanah air ini melangkah sendiri.

Warga Muhammadiyah diminta oleh Bung Karno untuk ikut secara aktif menyusun dan menyelamatkan negara dan bangsa, serta mempersatukan tanah air dan memakmurkannya sebagai corak ibadah kepada Allah SWT.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan