Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, di sela aktivitas IndoEBTKE ConEx 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9).(MI/Ihfa Firdausya)
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan capaian bauran daya baru terbarukan (EBT) nasional hingga semester I 2026 baru menyentuh nomor 17,3%. Angka ini tetap berada dalam rentang sasaran Rencana Strategis (Renstra) sebesar 17%-21%, namun pemerintah terus memacu pertumbuhan untuk mencapai sasaran 30% pada 2034.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa meskipun tren kapabilitas terpasang terus meningkat, pertumbuhan investasi tetap tergolong landai. Kapasitas terpasang EBT tercatat naik dari 12 gigawatt pada 2021 menjadi 16,32 gigawatt saat ini.
“Saat ini kita mempunyai sasaran 17%-21% di Bappenas. Jadi secara rancangan strategis nasionalnya itu kudu dicapai jika bisa sampai 21%. Kemarin di triwulan satu sempat mencapai 18,3%,” ujar Eniya dalam aktivitas IndoEBTKE ConEx 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9).
Berdasarkan info porsi bauran 17,3% tersebut, sektor bioenergi tetap mendominasi. Pada kategori listrik, pembangkit listrik bio menyumbang 4,19%, diikuti tenaga air 2,69%, panas bumi 1,84%, surya (PLTS) 0,51%, dan bayu (PLTB) 0,06%.
Sementara di sektor non-listrik, kontribusi terbesar berasal dari fatty acid methyl ester (FAME) alias biodiesel sebesar 5,01% dan biomassa 2,82%. Eniya menyoroti bahwa porsi PLTS tetap sangat mini dibandingkan potensi bioenergi nan ada di Indonesia.
Untuk mengejar ketertinggalan, Kementerian ESDM tengah menyiapkan beragam program dan penyederhanaan izin guna mempermudah ekosistem investasi. Langkah ini sejalan dengan Renstra Dewan Energi Nasional serta rancangan umum ketenagalistrikan dan daya nasional.
“Berbagai izin kita singkatkan untuk gimana kemudahan investasi ekosistemnya itu bisa terfasilitasi dengan baik. Itu semua kudu dicapai dengan capaian hingga tahun 2034 itu kita targetkan 30% bauran daya mix nasional untuk EBT,” pungkas Eniya. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·