Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imipas, Mashudi, memaparkan sejumlah capaian keahlian dalam peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 nan digelar di Politeknik Imigrasi, Tanah Tinggi, Tangerang, Senin (27/4).
Hadir dalam aktivitas tersebut, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra; Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto; serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Capaian tersebut mencakup pemindahan narapidana berisiko tinggi ke Nusakambangan hingga penyaluran support sosial kepada masyarakat.
Mashudi menegaskan, beragam program prioritas telah dijalankan untuk mendukung kebijakan kementerian, termasuk penanganan kejahatan di dalam lapas.
“Pelaksanaan program prioritas telah kami tindak lanjuti secara terarah dan terukur seluruh jejeran pemasyarakatan dalam rangka mendukung 15 program tindakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, nan mana delapan di antaranya merupakan program pemasyarakatan, meliputi pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan di lapas dan rutan,” ujarnya.
Salah satu capaian nan disorot adalah pemindahan narapidana berisiko tinggi ke Nusakambangan.
“Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah melaksanakan pemindahan narapidana berisiko tinggi ke Nusakambangan sebanyak 2.554 orang,” ungkap Mashudi.
“Penanganan over capacity melalui pemerataan penduduk bimbingan dalam wilayah, disertai optimasi pemberian remisi dan integrasi,” katanya.
Di bagian kemandirian, Ditjenpas memperkuat program ketahanan pangan dan pemberdayaan penduduk binaan.
“Selain itu, dilakukan penguatan kemandirian pangan melalui memanfaatkan lahan tidur alias idle, serta membangun dapur sehat bersertifikat dalam rangka mendukung program pangan bergizi,” kata Mashudi.
“Upaya tersebut didukung dengan pemasaran produk hasil karya penduduk binaan, operasi dan UMKM, penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi penduduk binaan, serta pemanfaatan daya baru dan terbarukan, serta memberikan jasa kesehatan cuma-cuma dan aktivitas hormat sosial bagi masyarakat di sekitar Unit Pelaksanaan Teknis Pemasyarakatan,” sambungnya.
Dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Ditjenpas juga menggelar beragam aktivitas sosial seperti penyelenggaraan pasar murah dan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Yang pertama, penyelenggaraan pasar murah berbareng paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan nan dilaksanakan tanggal 12 Maret 2026 bertempat di lapangan Ditjenpas. nan kedua, pelayanan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma dan penyaluran baksos sosial nan dilaksanakan 8 April 2026 dengan jumlah penerima faedah sebanyak 5.000 orang masyarakat di Lapas Kelas IIA Cibinong,” ujar Mashudi.
“Yang ketiga, aktivitas paguyuban dan pemeriksaan kesehatan reproduksi bagi 100 orang nan dilaksanakan pada 23 April 2026 bertempat di Rumah Sakit Pemasyarakatan Cibinong,” lanjutnya.
Pada puncak aktivitas nan digelar hari ini, beragam jasa publik turut disediakan seperti donor darah dan jasa pembuatan paspor.
“Antara lain, penyelenggaraan jasa donor darah nan dilaksanakan secara terpadu, pelayanan surat izin mengemudi keliling bekerja sama dengan Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota,” kata Mashudi.
“Yang berikutnya, pelayanan paspor elektronik melalui mobil pelayanan dan booth dengan kuota sekitar 100 pemohon,” tambahnya.
Selain jasa publik, Ditjenpas juga menyalurkan support sosial dan ekonomi.
“Yang keempat, hormat sosial pemberian gerobak upaya bagi family penduduk bimbingan nan kurang bisa nan dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia di 33 instansi wilayah sejumlah 305 unit gerobak untuk mendukung upaya produksi dan kemandirian ekonomi family penduduk binaan,” ujarnya.
“Yang kelima, penyaluran support sosial sejumlah 2.000 paket sembako kepada masyarakat. nan keenam, memberikan danasiwa oleh Inkopasindo kepada 314 orang penerima faedah dengan total nilai Rp 314 juta,” lanjut Mashudi.
Mashudi juga menyinggung penguatan sinergi lintas lembaga, termasuk pemadanan info kependudukan penduduk binaan.
“Sebagai laporan dari penguatan sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah pada tanggal 27 April 2026, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melaksanakan pemadanan Data Nomor Induk Kependudukan penduduk bimbingan serentak seluruh Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menjalankan program sosial di masyarakat.
“Salah satunya melalui program bedah rumah di wilayah Kantor Wilayah Jambi. Program ini dilaksanakan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak bekerja sama dengan Baznas Tanjung Jabang Timur dengan melibatkan tujuh penduduk binaan,” kata Mashudi.
Untuk mendukung program pemerintah, sejumlah program strategis juga telah dilakukan.
“Yang pertama, pembangunan sumur bor air bersih sebanyak 25 unit. Pembentukan desa dan kelurahan bimbingan pemasyarakatan satu desa satu UPT. nan ketiga, penguatan ekonomi pemasyarakatan melalui Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia nan mana Inkopasindo sekitar 4,3 miliar sebagai corak penguatan kemandirian pemasyarakatan,” paparnya.
Mashudi pun menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan kinerja.
“Kami menyadari bahwa penyelenggaraan tugas pemasyarakatan tetap memerlukan beragam penyempurnaan. Oleh lantaran itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat integritas, serta memastikan seluruh program melangkah secara efektif dan memberikan akibat nan nyata,” tutupnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·