Campus League Jadi Wadah Pengembangan Student Athlete

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Campus League Jadi Wadah Pengembangan Student Athlete Ilustrasi(Dok spesial )

UNIVERSITAS Harapan (UPH) menjadi mitra terbaru Campus League selaku penyelenggara kejuaraan olahraga mahasiswa. Kedua pihak menandatangani kerjasama untuk pengembangan student athlete namalain atlet pelajar/mahasiswa serta sistem pendukungnya.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh CEO Campus League Ryan Gozali dan Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relations UPH, Andry M Panjaitan, bertempat di Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu (6/6).

Ini menjadi kerja sama ketiga Campus League dengan perguruan tinggi setelah sebelumnya menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Bagi UPH, momen ini juga punya makna tersendiri. Dia menyebut kerja sama ini sebagai langkah maju nan sejalan dengan komitmen UPH dalam pengembangan student athlete. 

"Ini adalah kesempatan pertama kami menandatangani MoU dalam bagian olahraga. Campus League adalah secercah masa depan bagi olahraga Indonesia. Bagi kami, ini kesempatan untuk melangkah lebih jauh," ungkap Andry.

Kerja sama tersebut membuka ruang kolaborasi. UPH berkesempatan memanfaatkan ekosistem Campus League untuk aktivitas pembelajaran, pengabdian masyarakat, hingga penelitian. Menurut Andry, Campus League sudah selangkah lebih maju dalam membantu perguruan tinggi mewujudkan tridharma. CEO Campus League Ryan Gozali menegaskan kerja sama dengan kampus menjadi bagian dari visi jangka panjang Campus League.

Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, Campus League berencana menerapkan sistem home and away ketika setiap kampus menjadi tuan rumah pertandingan kejuaraan secara bergantian. Sistem tersebut, menurut Ryan, membawa akibat nyata bagi kampus agar fanbase terbentuk secara organik, alumni terdorong untuk mendukung almamater, dan kampus berkesempatan menghasilkan pendapatan dari sponsorship.

Sistem tersebut juga diharapkan mendorong kampus untuk terus meningkatkan prasarana seperti lapangan nan layak, akomodasi nan memadai, dan venue nan ramah terhadap kamera siaran. 

"Revenue itu bisa digunakan untuk ongkos tim, menggaji pelatih, alias membiayai perjalanan tim untuk away. Tim kampus juga bisa menjual merchandise," jelas Ryan. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia