Anggie Ariesta
, Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |15:25 WIB

Bank Indonesia (Foto: Okezone)
JAKARTA – Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menganggap posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini tetap berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued).
Ia menilai mata duit Garuda sejatinya tetap mempunyai ruang penguatan dari posisi terkini nan bergerak di kisaran Rp17.700 per dolar AS.
"Nilai rupiah kita sebenarnya bisa lebih rendah dari sekarang, pak," kata Destry Destry saat mengikuti uji kepantasan dan kepatutan (fit and proper test) berbareng Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Destry menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah selama ini lebih dipicu oleh akumulasi sentimen pasar, baik dari lingkup dunia maupun domestik, daripada persoalan esensial ekonomi nasional nan sebetulnya tetap terjaga solid.
"Masalahnya ada sentimen, market sentimen itu nan bisa timbulnya macem-macem, termasuk dunia sentimen, ini ngumpul jadi satu sehingga ini sebabkan pergerakan rupiah menjadi seperti sekarang ini," tegas Destry.
Kondisi tersebut, kata Destry, membikin pergerakan rupiah sangat responsif terhadap perubahan dinamika pasar. Ketika sentimen positif mengemuka, nilai tukar bisa menguat dengan cepat, dan sebaliknya saat sentimen memburuk.
"Waktu positif itu rupiah bisa sigap turunnya dan kami tetap, kami bakal selalu manfaatkan momentum. Pada saat sentimen positif tentu BI bakal terus tetap ada di pasar, itu sudah jadi tanggungjawab kami jaga volatilitas dari rupiah, jadi jangka pendek ada pengaruh dari sentimen," paparnya.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·