Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyosialisasikan program Gerakan Masyarakat Pemerintah dan Tokoh Agama untuk Imunisasi (Gempita).(MI/BENNY BASTIANDY)
CAKUPAN imunisasi balita di Kota Sukabumi, Jawa Barat, diklaim sudah mencapai 98%. Saat ini, pemerintah wilayah melalui Dinas Kesehatan terus memasifkan imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan saat ini tengah digencarkan program Gerakan Masyarakat Pemerintah dan Tokoh Agama untuk Imunisasi (Gempita) agar cakupannya bisa mencapai target. Sekaligus juga menyosialisasikan strategi percepatan penurunan nomor zero dose pada pelayanan imunisasi.
"Program Gempita menjadi langkah strategis pemerintah wilayah memperkuat sistem kesehatan masyarakat," katanya, Rabu (3/6).
Fokus utama Gempita adalah pengendalian penyakit menular. Program ini untuk memastikan setiap anak mendapatkan kewenangan mereka atas perlindungan kekebalan tubuh melalui imunisasi lengkap.
"Cakupan imunisasi kita sebenarnya sudah 98% alias melampaui target. Bahkan, tahun ini cakupannya sebesar 96%. Ada sekitar 111 balita nan belum mendapatkan imunisasi," jelasnya.
Ida menegaskan, melalui program Gempita, pemerintah wilayah menggugah kesadaran masyarakat nan belum mendapatkan imunisasi komplit bagi anak mereka. Secara akumulasi, selama rentang waktu 2020-2026, terdapat 627 anak di Kota Sukabumi nan belum diimunisasi.
"Ini merupakan sasaran nan bakal kita upayakan dengan beragam pendekatan, sinergi, dan kolaborasi," pungkasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, menjelaskan program Gempita mempunyai enam indikator. Antara lain pembentukan kader Gempita dan safari imunisasi.
"Mudah-mudahan, melalui program ini cakupan imunisasi bisa mencapai target," tandas Ida.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·