Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada hari pertama melangkah efektif.
Kebijakan WFH tersebut dilakukan setiap hari Jumat dengan tujuan untuk menghemat BBM, menyusul krisis daya nan disebabkan eskalasi bentrok di Timur Tengah.
“Ya, tadi saya memonitor WFH di pusat-pusat pemerintahan, ya menjadi memang, kendaraan menjadi lancar, tidak ada penumpukan dan kemacetan nan menyantap BBM jumlah besar-besar,” ujar Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
“Artinya WFH itu efektif untuk mengurangi konsumsi BBM,” lanjutnya.
Ia mengatakan, kelancaran lampau lintas nan terjadi selama penerapan WFH menunjukkan berkurangnya mobilitas kendaraan, sehingga berakibat langsung pada penurunan penggunaan BBM.
Meski demikian, Cak Imin menekankan bahwa ke depan pemerintah perlu memastikan produktivitas ASN tetap terjaga selama menjalankan WFH.
“Tinggal sekarang WFH nan sudah diputuskan itu gimana kontrol tingkat produktivitasnya. Supaya para pegawai dan semua pihak nan memilih WFH itu tetap terjaga produktivitasnya,” katanya.
Di sisi lain, dia memastikan kebijakan WFH tidak bertindak bagi sektor pelayanan publik. ASN nan bekerja memberikan jasa langsung kepada masyarakat tetap diwajibkan bekerja seperti biasa.
“Kepada pegawai alias pun ASN dalam pelayanan publik tidak ada WFH. Tetap kerja sesuai dengan pelayanan publik,” tegasnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·