Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menginginkan partainya menjadi kekuatan solutif dalam mendukung jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di tengah situasi dunia dan domestik nan penuh ketidakpastian.
Ia menjelaskan, kompleksitas tantangan nan dihadapi pemerintah saat ini tidak bisa disikapi dengan pendekatan biasa.
“Pak Prabowo sebagai Presiden mengantisipasi dengan langkah pandang dan pilihan-pilihan program nan sebetulnya ketika liberalisme pasar nan begitu dominan, tiba-tiba beliau bergeser kepada saatnya negara nan turun tangan,” ujar Cak Imin saat aktivitas Halal Bihalal dan Penghargaan Kaderisasi di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
“Pasar tidak boleh dibiarkan jalan sendiri tanpa kekuatan pengimbangnya ialah pemerintah dan negara. Ketika itu pola baru ini tidak ringan, tidak ringan,” lanjutnya.
Cak Imin menilai kebijakan tersebut juga menghadapi resistensi, baik dari birokrasi lama maupun golongan kritis.
“Sehingga mendapatkan perlawanan dari birokrasi, dari langkah kerja lama, termasuk perlawanan dari golongan kritis nan tidak mudah. Di sisi nan lain manajemen nan diterapkan juga tidak mudah lantaran kompleksitas masalah nan dihadapi,” kata Cak Imin.
“Nah di situlah PKB kudu menjadi kekuatan nan solutif nan memberikan jalan baru. Dan PKB sebagai partai nan punya pengalaman berbareng pemerintah dalam setiap periode, meskipun masing-masing periode ada pengalaman nan berbeda-beda,” lanjutnya.
Ia menekankan pentingnya kesiapan internal PKB melalui kaderisasi agar bisa memberikan solusi konkret bagi pemerintah.
Dalam kesempatan nan sama, dia menyebut, kondisi dunia nan tidak menentu memerlukan kesiapan semua pihak dalam beradaptasi.
“Sehingga di pemerintahan nan hari ini terus berupaya mengatasi beragam tantangan dengan paradigma baru, langkah kerja baru, pendekatan baru ini juga sebagai bagian dari antisipasi keadaan. Kita tidak pernah membayangkan keadaan nan begitu kompleks. Perang terjadi, semua negara mengalami krisis BBM, kita belum meningkatkan BBM, itu keadaan nan tetap kita hadapi dengan baik,” ujarnya.
Cak Imin menekankan bahwa kekuatan utama PKB terletak pada kaderisasi nan berkelanjutan, baik secara umum maupun kultural. Ia menyebut kaderisasi menjadi fondasi krusial agar partai tetap adaptif dalam menghadapi beragam situasi.
“Nah, justru saya berterima kasih PKB ini diisi oleh beragam kesadaran bakal ketidakpastian itu. Sehingga kita melakukan seluruh rangkaian persiapan-persiapan nan dahsyat,” tutur Cak Imin.
“Sehingga kondisi apa pun ke depan kita up-to-date dan kita siap dengan kondisi apa pun nan bakal terjadi. Dan kunci utamanya adalah kaderisasi itulah nan bakal membawa kita pada persiapan nan matang dalam kondisi apa pun nan kita hadapi,” sambungnya.
Selain itu, PKB juga mendorong penguatan kaderisasi berbasis pesantren sebagai pusat pembinaan kader nasional. Menurutnya, pesantren mempunyai peran strategis, meski saat ini juga menghadapi tantangan penyesuaian nan tidak ringan.
“Makanya ada Forum Percepatan Transformasi Pesantren nan insya Allah juga bakal terus melakukan dari nan paling mendasar sampai nan paling teknis,” kata dia.
Sebagai bagian dari upaya konkret, dia menyebut program pembangunan akomodasi dasar di pesantren, termasuk rencana pembangunan MCK di 10.000 pesantren.
“Ini nan paling teknis Insyaallah dalam waktu dekat kita bakal membangun MCK 10.000 pesantren, kita bangunkan MCK. Terpaksa kita lakukan itu lantaran di sebuah kota besar pun tetap banyak nan gudiken (kudis) kira-kira gitu,” ujar Cak Imin.
“Pesantren nan tetap sangat terbatas fasilitasnya. Belum lagi ajaran langkah berpikirnya nan juga kudu kita atasi,” sambung dia.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·