Cak Imin Bilang MBG dan Kedaulatan Pangan Bikin Penduduk Miskin Ekstrem Turun

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar namalain Cak Imin menyebut nomor kemiskinan ekstrem mengalami penurunan dari 3,5 juta orang menjadi 2,2 juta orang. Dia menyebut program makan bergizi cuma-cuma dan kedaulatan pangan nan dijalankan Presiden Prabowo Subianto berpengaruh pada penurunan kemiskinan ekstrem.

"Yang paling berakibat tentu program makan bergizi gratis, kemudian kedaulatan pangan. Misalnya hari ini soal kesiapan pupuk misalnya, itu sangat berakibat pada tingkat produktivitas petani, Nilai Tukar Petani (NTP) naik bagus. Nelayan juga. Itu program-program nan langsung konkret bisa dirasakan akibat skala prioritas nan tepat," kata Cak Imin di gedung BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan Prabowo telah melakukan efisiensi anggaran. Menurutnya, perihal itu membikin anggaran digunakan untuk hal-hal prioritas.

"Ya salah satu nan kita syukuri di bawah kepemimpinan Pak Presiden Prabowo ini, politik anggaran berubah. Menjadikan anggaran lebih banyak langsung nan bisa dirasakan masyarakat," ujarnya.

Cak Imin menyebut efisiensi anggaran dapat menekan celah kebocoran. Jadi, kata dia, anggaran dapat diserap untuk program prioritas termasuk dalam menurunkan nomor kemiskinan ekstrem.

"Politik anggaran kita ini dengan efisiensi maka bakal ketemu pola skala prioritasnya, bakal ketemu pola kebutuhan riil masyarakat. Sehingga tidak lagi ada pemborosan nan tidak sesuai dengan skala prioritas dan nan ditetapkan oleh Bapak Presiden, ialah Rencana Kerja Pemerintah (RKP)," ujarnya.

Sebelumnya, Cak Imin telah menyampaikan capaian kerja penanggulangan kemiskinan ekstrem. Dia mengatakan nomor kemiskinan ekstrem di Indonesia menurun dalam rentan waktu 2024-2025.

Hal ini disampaikan Cak Imin saat memimpin rapat pertimbangan penyelenggaraan penanggulangan kemiskinan tingkat menteri nan diselenggarakan di gedung BP Jamsostek, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/4). Dalam periode tersebut, Cak Imin menyebut nomor kemiskinan ekstrem turun dari 3,56 juta menjadi 2,2 juta.

"Alhamdulillah kemiskinan ekstrem sukses turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025. Sekitar 0,48 persen masyarakat miskin ekstrem telah naik kelas. Boleh dong tepuk tangan. Sehingga masyarakat miskin ekstrem kita menjadi berjumlah 2,2 juta orang dari sebelumnya 3,56 juta orang," kata Cak Imin.

Cak Imin mengatakan capaian ini patut disyukuri. Meski begitu, dia menyebut negara tetap punya pekerjaan rumah untuk mengentaskan sisa 2,2 juta masyarakat nan tergolong dalam kemiskinan ekstrem.

(kuf/haf)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News