Jakarta, CNBC Indonesia - PT Timah Tbk (TINS) membidik aset pertambangan timah di luar negeri. Hal ini upaya memperpanjang umur persediaan timah perusahaan.
Maklum, persediaan timah domestik nan dikelola perusahaan saat ini diproyeksikan hanya bisa memperkuat untuk 10 hingga 15 tahun ke depan.
Direktur Produksi dan Komersial TINS Ilhamsyah Mahendra menjelaskan bahwa perusahaan tengah berupaya mengamankan persediaan baru untuk sasaran operasional hingga 100 tahun mendatang. Ia menyebut perusahaan saat ini terus mencari kesempatan kerjasama dengan mitra internasional.
"Kita butuh usia tambang nan lebih panjang. Saya rasa angka-angka itu hanya untuk 10-15 tahun. Kita butuh lebih banyak deposit untuk lebih dari seratus tahun ke depan," jelansnya dalam aktivitas Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026, Jakarta, dikutip Kamis (4/6/2026).
Saat ini, TINS tersebut mencatatkan total sumber daya sekitar 800.000 ton dengan jumlah persediaan sebesar 300.000 ton. Untuk mempercepat penemuan persediaan baru, perusahaan mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi digital serta pemindaian wilayah menggunakan drone untuk meningkatkan kecermatan data.
"Kami sekarang mencari ekspansi global, tidak hanya memperluas kapabilitas di sisi pemurnian, tetapi kami mencari aset pertambangan di luar Indonesia dan kami sangat terbuka mencari kesempatan untuk melakukan kemitraan, kerjasama dengan perusahaan timah global," tambahnya.
Pihaknya menilai kondisi nilai timah bumi saat ini menjadi momentum nan tepat bagi perusahaan untuk melakukan investasi ekspansi di luar negeri. Selain memperkuat sektor pertambangan, PT Timah juga mengandalkan teknologi pemurnian TSL Ausmelt nan bisa mengolah bijih kadar rendah dengan konsumsi daya nan lebih efisien.
"Dengan nilai timah saat ini, saya pikir ini adalah waktu nan tepat untuk melakukan investasi, untuk melakukan ekspansi. Jadi ya, kami betul-betul mencari sesuatu nan strategis dan lebih luas untuk membikin kami lebih mendominasi secara dunia dalam ekosistem industri timah," tandasnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·