Cabai Rawit Mahal, Pemerintah Bakal Guyur Stok dari Daerah Surplus

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 12 September 2026 |17:05 WIB

Cabai Rawit Mahal, Pemerintah Bakal Guyur Stok dari Daerah Surplus

Harga Cabai (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan stabilisasi nilai cabai rawit dengan mengalirkan stok dari wilayah surplus ke wilayah nan mengalami kenaikan harga. Langkah ini dilakukan mengingat rata-rata nilai cabe rawit secara nasional telah mencapai Rp 81.052 per kg.

Diketahui, sejumlah provinsi apalagi mencatatkan rerata nilai cabe rawit di level nan cukup tinggi. Misalnya Sulawesi Utara dengan nilai cabe rawit tembus Rp152.872 per kg, padahal provinsi dengan rerata nilai paling rendah, ialah di Nusa Tenggara Timur hanya di bandrol Rp 56.604 per kg.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) berbareng Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk mendukung mobilisasi cabe rawit antardaerah. Program tersebut sebelumnya dinilai cukup efektif dalam menekan gejolak nilai cabai.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan FDP bakal diarahkan ke wilayah nan mengalami dinamika nilai dan pasokan cabe rawit.

"Untuk cabe rawit, berasas info dari Kediri, saat ini terdapat dinamika nilai dan pasokan nan perlu segera kita respons. Karena itu, kami mau berkoneksi kembali dengan teman-teman Kementan untuk memandang wilayah mana nan dapat kita dukung melalui FDP," ucap Ketut dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, pemerintah bakal memandang wilayah nan mempunyai pasokan cabe rawit dengan nilai relatif terjangkau untuk kemudian didistribusikan ke wilayah nan mengalami nilai tinggi.

"Misalkan di wilayah di luar Jawa nan harganya relatif tetap terjangkau, sehingga kita bisa FDP ke wilayah-wilayah nan harganya tinggi. Kita undang kembali para petani champion kita untuk membantu distribusikan ke wilayah-wilayah nan harganya relatif tinggi," jelas Ketut.

Berdasarkan catatan Bapanas, penyelenggaraan FDP cabe rawit pada triwulan I 2026 mencapai 5.590 kilogram. Rinciannya, sebanyak 3.150 kilogram cabe rawit dimobilisasi dari Enrekang, Sulawesi Selatan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑