Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Arnod Sihite menyambut baik berita mengenai Presiden Prabowo Subianto yang disebut bakal menunjuk Presiden KSPI Said Iqbal, masuk ke dalam Kabinet Merah Putih.
Arnod menilai langkah tersebut merupakan keputusan strategis di tengah beragam tantangan ekonomi dan sosial nan tetap dihadapi Indonesia.
"Dengan terpilihnya sahabat kami, Said Iqbal, kami mengapresiasi keputusan strategis ini. Penunjukan Said Iqbal sangat tepat di tengah begitu banyak tantangan nan dihadapi bangsa. Kehadiran tokoh-tokoh pekerja dalam pemerintahan dapat menjadi kekuatan tambahan untuk membantu Presiden mencari solusi atas beragam persoalan nasional," demikian Arnod menyampaikan harapannya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arnod mengatakan, pekerja tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai golongan pekerja nan memahami persoalan hubungan industrial semata.
Ia turut menyoroti banyak tokoh pekerja telah berkembang menjadi politisi, akademisi, pengacara, pengamat, hingga tokoh masyarakat nan mempunyai pengalaman luas dan berkontribusi pada negara.
Ia mencontohkan sosok Yorrys Raweyai nan dikenal sebagai politisi senior, aktivis, dan tokoh nasional nan sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD RI. Selain itu, Jumhur Hidayat juga dipercaya mengemban kedudukan di pemerintahan. Sementara Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, mendapat amanah sebagai Penasihat Kapolri.
"Masih banyak tokoh pekerja nan saat ini mengemban amanah di beragam lembaga negara. Ini membuktikan bahwa aktivitas pekerja telah melahirkan banyak kader pemimpin bangsa," kata dia.
Arnod menegaskan bahwa pekerja tidak boleh terus-menerus ditempatkan hanya sebagai objek pembangunan, melainkan kudu datang sebagai subjek pembangunan bangsa nan bisa memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan negara.
"Buruh telah teruji sebagai bagian dari kekuatan pergerakan nan melahirkan banyak kader pemimpin. Mereka terbiasa menyuarakan kesejahteraan pekerja, perlindungan rakyat Indonesia, sekaligus memberikan kritik konstruktif demi kemajuan bangsa dan negara," kata Arnod.
Ia menilai keterlibatan tokoh pekerja dalam pemerintahan tidak perlu dipersoalkan, termasuk jika dikaitkan dengan momentum Hari Buruh alias May Day. Menurutnya, perihal tersebut menunjukkan aktivitas pekerja semakin diperhitungkan dan mempunyai posisi strategis dalam kehidupan nasional.
Ia pun membujuk seluruh pekerja Indonesia menjaga persatuan dan ikut menggerakkan perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
"Kita berambisi nilai tukar rupiah semakin kuat, inflasi terkendali, kepercayaan publik dan penanammodal meningkat, investasi bertambah, lapangan kerja semakin luas, dan kesejahteraan rakyat Indonesia terus meningkat. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, pekerja dapat menjadi bagian krusial dalam membawa Indonesia menuju kemajuan nan lebih baik," tuturnya.
Menteri Sekretaris Negara RI Prasetyo Hadi sebelumnya menyebut ada kans Said Iqbal bakal berasosiasi ke Kabinet Merah Putih. Meski belum mau merinci kedudukan apa nan bakal dipercayakan ke Said, namun Pras menyebut perihal itu dalam tahap diskusi.
"Sedang kita diskusikan," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6)..
Pras belum memberi penjelasan lebih lanjut. Ia hanya menyebut kemungkinan posisi itu berangkaian dengan kiprah Said selama ini, ialah berkenaan dengan pekerja dan tenaga kerja.
Ia juga tetap enggan merinci kapan aktivitas pelantikan bakal digelar.
Pras hanya menyebut bahwa ada rencana pelantikan ketua baru Badan Gizi Nasional pekan depan.
Lalu, penyerahan surat kredensial duta besar negara-negara sahabat nan rencananya juga digelar pekan depan.
"Untuk efektivitas, kita rencanakan di hari nan sama. Untuk forum pelantikannya tentu berbeda antara pelantikan pejabat negara dengan penyerahan kredensial dari para duta besar negara sahabat," ucapnya.
(antara)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·