Jakarta -
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi menilai info pemutusan hubungan kerja (PHK) nan dirilis pemerintah belum sepenuhnya akurat. Menurutnya, jumlah PHK riil diyakini lebih besar dari nomor resmi pemerintah.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merilis info terbaru nomor PHK periode Januari-April 2026. Berdasarkan info nan diunggah di situs Satudata Kemnaker, nomor PHK pada periode tersebut mencapai 15.425 orang.
Ristadi mengatakan kasus PHK massal akibat pabrik tutup memang condong menurun. Namun, dia menilai tetap banyak PHK nan tidak tercatat lantaran dilakukan secara tertutup oleh perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PHK massal itu pabrik tutup condong lebih menurun ya, lebih menurun. Tapi bukan berfaedah kemudian info nan disampaikan itu memang aktual begitu, enggak juga. Jadi bukan 15 ribuan (korban PHK) itu, tapi saya meyakini tetap datanya di atas itu dengan PHK nan tadi nan tertutup itu," ujar Ristadi kepada detikcom, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan banyak perusahaan tidak melaporkan PHK ke dinas tenaga kerja maupun Kementerian Ketenagakerjaan. Salah satu alasannya lantaran perusahaan tidak igin PHK tersebut terekspos ke publik.
"Jadi sebetulnya PHK tidak terdeteksi itu bukan 100% salah pemerintah. Ya perusahaannya aja nan memang dia tidak mau lapor lantaran tidak mau ribet dan tidak mau ter-expose nan begitu. Kadang-kadang kan pemerintah mau mendata masuk ke dalam perusahaan itu misalkan ada pegawai pengawas juga mengalami kesulitan lantaran tidak manajemen tidak mau menerima," bebernya.
Ristadi menambahkan, ada segmen PHK lain nan tidak terdeteksi dalam pencatatan pemerintah. Salah satunya PHK berjenjang dengan jumlah mini nan dilakukan sedikit demi sedikit setiap bulan.
"Perusahaan tersebut tidak melaporkan ke Disnaker alias ke Kemnaker apalagi apa namanya mengekspos ke media. PHK nan bagaimana? Ya itu PHK nan berjenjang nan sedikit-sedikit jumlahnya. Misalkan ada puluhan begitu lah. Kemudian mungkin satu bulan sepuluh, seterusnya begitu," tutup Ristadi.
(acd/acd)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·