Ilustrasi(Magnific.com)
BUPATI Tegal, Ischak Maulana Rohman, bakal menyampaikan surat ke pemerintah pusat mengenai aspirasi para pekerja industri hasil tembakau nan menolak rencana penerapan standarisasi corak dan warna bungkusan rokok (plain packaging). Menurutnya, kebijakan tersebut dikhawatirkan memicu peningkatan peredaran rokok terlarangan dan menakut-nakuti keberlangsungan industri padat karya nan selama ini menjadi penopang ekonomi wilayah sekaligus sumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Pernyataan itu disampaikan Ischak usai menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT untuk 2.975 penerima manfaatpekan lalu, Kamis (25/6). Bantuan diberikan ke 2.507 pekerja pabrik rokok dan 468 pekerja tani tembakau serta cengkih sebagai corak pemanfaatan DBHCHT untuk menjaga kesejahteraan pekerja sektor pertembakauan.
Ischak mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal telah menerima langsung aspirasi dari kalangan serikat pekerja nan meminta pemerintah wilayah ikut menyuarakan penolakan terhadap rencana penyeragaman bungkusan rokok kepada pemerintah pusat. Keresahan ini dirasakan oleh para pekerja nan menggantungkan mata pencaharian pada industri hasil tembakau.
"Kami bakal menyampaikan melalui surat. Seperti tahun lampau ada wacana kenaikan cukai rokok, kami juga menerima aspirasi dari serikat pekerja berkirim surat ke pemerintah pusat. Ini mengenai investasi dan keberlangsungan upaya mereka," katanya usai menyerahkan BLT DBHCHT dilansir dari keterangan resmi, Selasa (7/7).
Ischak menjelaskan bahwa keberlangsungan industri hasil tembakau perlu dijaga lantaran mempunyai kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Selain menjadi salah satu penyumbang penerimaan negara melalui cukai, industri tersebut juga menjadi sumber penghidupan ribuan masyarakat, baik sebagai pekerja pabrik maupun petani tembakau dan cengkih. Dana nan kembali ke wilayah melalui skema DBHCHT pun kudu dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan golongan tersebut.
Manfaat DBHCHT, tambah Ischak, tidak hanya diwujudkan dalam corak support langsung tunai. Dana tersebut juga digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan, aktivitas sosialisasi, penegakan peraturan daerah, pemberantasan rokok ilegal, hingga pengadaan sarana kesehatan.
Namun demikian, dia mengungkapkan bahwa alokasi DBHCHT nan diterima Kabupaten Tegal pada tahun ini mengalami penurunan nyaris 50% dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan pemerintah pusat. Kondisi tersebut turut berakibat pada besaran support nan diterima masyarakat. Tahun ini, support diberikan sebesar Rp600.000 untuk periode Mei-Juni. Sementara pada 2025, penerima BLT DBHCHT mendapat dengan total Rp1,2 juta untuk 4 bulan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Tri Guntoro, mengatakan bahwa penyaluran BLT DBHCHT tahun 2026 ditujukan untuk membantu mengurangi beban pengeluaran pekerja pabrik rokok, pekerja tani tembakau, dan pekerja cengkih sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, program tersebut juga diharapkan bisa mempertahankan motivasi masyarakat untuk tetap bekerja di sektor pertembakauan nan selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Tahun ini, lanjut Tri, Pemerintah Kabupaten Tegal menyalurkan BLT DBHCHT kepada 2.975 penerima manfaat. “Pembiayaan aktivitas Penyaluran BLT DBHCHT Kabupaten Tegal dibebankan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPD) Dinas Sosial Kabupaten Tegal Tahun 2026. Alokasi anggaran BLT DBHCHT sebesar Rp1.785.000.000 disalurkan dalam 1 tahap sebanyak 2 bulan, ialah Mei-Juni dengan nominal perbulan Rp300.000 kepada 2.975 penerima manfaat,” katanya.
Manfaat DBHCHT juga dirasakan langsung oleh para penerima bantuan. Nurhayati (26), pekerja giling rokok di wilayah Tegal, mengaku support tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan kedua anaknya menjelang tahun aliran baru.
"Alhamdulillah sangat membantu ekonomi keluarga. Uangnya untuk biaya daftar sekolah, beli buku, dan seragam anak. Saya sudah 6 tahun bekerja di sini, sementara suami bekerja sebagai nelayan," tuturnya.
Hal senada disampaikan pekerja linting lainnya, Muryani (39), nan mengaku BLT DBHCHT selama ini menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pendidikan anak. "Semoga program ini terus berlanjut. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak," pungkasnya.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·