Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat penanganan banjir di wilayah Bandung Selatan.(MI/Bayu Anggoro)
PEMERINTAH Kabupaten Bandung mengambil langkah sigap dalam menangani persoalan banjir kronis di wilayah Bandung Selatan. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengumumkan rencana eksekusi pembangunan jalur drainase baru berukuran besar nan bakal langsung mengalirkan air menuju Sungai Citarum.
Rencana strategis ini disampaikan Bupati saat meninjau titik rawan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah pada Jumat (12/6). Jalur drainase nan bakal dibangun mempunyai lebar sekitar dua meter, dirancang unik untuk memperbesar kapabilitas tampung air dan meminimalkan sumbatan nan selama ini menjadi pemicu genangan.
Fokus Utama Penanganan Banjir:
- Pembangunan drainase lebar 2 meter menuju Sungai Citarum.
- Normalisasi Sungai Cipalasari sepanjang 2,5 kilometer.
- Pengerukan kedalaman sungai hingga 1,5 meter di area industri.
- Pelebaran jalur Sungai Cigede melalui pembebasan lahan.
"Konsepnya kita mau memperbesar kapabilitas saluran dan menata utilitas nan ada. Kalau saluran ini bisa terkoneksi dengan baik hingga Sungai Citarum, saya optimistis dapat mengurangi akibat banjir di area Dayeuhkolot ini," ujar Dadang Supriatna.
Kolaborasi Pentahelix dan Normalisasi Sungai
Selain prasarana drainase, Pemkab Bandung tengah menggenjot normalisasi Sungai Cipalasari di sepanjang Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha, tepatnya di depan PT Daliatex hingga Metro Garmin. Melalui skema kerjasama pentahelix, sungai tersebut telah dikeruk sepanjang 2,5 kilometer dengan penambahan kedalaman mencapai 1,5 meter.
Dadang juga memastikan bahwa pihaknya telah mengantongi izin dari para pemilik lahan di sekitar Sungai Cigede untuk melakukan pelebaran jalur sungai. Langkah ini dinilai krusial untuk memperlancar arus air saat debit meningkat tajam.
Terkait prasarana penunjang, Bupati menyebut bahwa pemugaran Jembatan Dayeuhkolot dijadwalkan rampung pada tahun ini. Proyek ini bakal diselaraskan dengan program pengendalian banjir guna meningkatkan konektivitas sekaligus keamanan wilayah.
Gotong Royong Tanpa Saling Menyalahkan
Bupati menegaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan banjir di Kabupaten Bandung adalah komitmen gotong royong. Ia mengapresiasi support besar dari masyarakat dan para pengusaha dalam mendukung program-program pemerintah daerah.
"Kami tidak mau saling menyalahkan. nan terpenting sekarang adalah gimana seluruh pihak bergotong royong mencari solusi. Alhamdulillah support dari masyarakat dan para pengusaha cukup besar," tegasnya.
Upaya penanganan banjir ini dipastikan tidak hanya berpusat di Dayeuhkolot dan Baleendah. Pemkab Bandung juga tengah mendorong program serupa di wilayah Bojongsoang dan Rancaekek, termasuk penyiapan lahan untuk pembangunan kolam retensi baru dan pelebaran sungai di titik-titik rawan lainnya.
Dengan seluruh rangkaian program nan melangkah simultan, Pemkab Bandung optimistis akibat banjir di wilayah Bandung Selatan dapat berkurang secara signifikan dan bertahap. (BY/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·