Bung Karno Jadi Mak Comblang, Akhiri Masa Lajang Hatta dengan Melamar Tengah Malam

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |05:00 WIB

Bung Karno Jadi Mak Comblang, Akhiri Masa Lajang Hatta dengan Melamar Tengah Malam

Bung Hatta dan Rachmi/ Commons Wikimedia

JAKARTA -  Soekarno alias Bung Karno dalam suatu kesempatan setelah kemerdekaan, menanyakan tentang calon pasangan hidup. Setidaknya lantaran dua alasan. Pertama, Indonesia sudah merdeka. Kedua, usia Mohammad Hatta namalain Bung Hatta sudah tidak muda lagi, ialah 43 tahun.

Demikian ditulis Roso Daras dalam buku, "Soekarno Serpihan Sejarah nan Tercecer," dikutip Okezone, Selasa (5/5/2026).

Hatta tidak menampik topik melepas masa lajang lantaran Bung Karno menyatakan siap menjadi Emak Comblang melamarkan gadis pujaan hatinya.

Ketika Bung Karno bertanya kepada Hatta ihwal gadis mana nan memikat hatinya, Hatta menjawab, “Seorang gadis nan kita jumpai waktu kita berjamu ke Institut Pasteur Bandung. Dia begini, begitu…. tapi saya belum tahu namanya.”

Gadis nan ditaksir Hatta adalah putri family Rahim (Haji Abdul Rahim). Maka, ketika kira-kira sebulan setelah proklamasi Bung Karno berunjung ke Bandung, dia sempatkan mampir ke rumah family Rahim di Burgermeester Koops Weg, alias nan sekarang dikenal sebagai Jl. Pajajaran No. 11. Bung Karno berjamu nyaris tengah malam, jam 23.00.

Meski sempat diingatkan bahwa sudah tengah malam,  Bung Karno tetap keukeuh berjamu malam itu juga. Ia berdalih, tidak menjadi soal, lantaran dia kenal baik dengan family Rahim.

Persahabatan lama nan telah terjalin sejak Bung Karno kuliah di THS (sekarang ITB) Bandung. Apa lacur, setiba di rumah family Rahim, dia disambut dampratan dari Ny. Rahim. Sebuah dampratan antarteman, mengingat Bung Karno datang berjamu tidak kenal waktu.

Untuk mereda dampratan tadi, dipeluklah Ny. Rahim dan diutarakanlah niatnya, “Saya datang untuk melamar.”

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com