Buku ‘Kesadaran Nasional’ Diluncurkan: Rekam Perjuangan Diplomasi Ahmad Subardjo

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Buku otobiografi Ahmad Subardjo nan diluncurkan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta pada Sabtu (29/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Yayasan Ahmad Subardjo meluncurkan jenis kedua kitab autobiografi Ahmad Subardjo berjudul Kesadaran Nasional di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8).

Buku setebal 700 laman tersebut memuat perjalanan hidup serta kiprah Ahmad Subardjo, termasuk perannya dalam sejarah perjuangan dan diplomasi Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Sebelumnya, cetakan pertama kitab ini telah rilis pada tahun 1978 setebal 586 halaman.

Peluncuran kitab tersebut turut dihadiri mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda sebagai narasumber utama. Hassan juga dipercaya menulis kata pengantar dalam kitab autobiografi Ahmad Subardjo tersebut.

Hadir pula putri kelima Ahmad Subardjo, Dewi Setiyobudiarti, serta Meutia Farida Hatta Swasono selaku Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Hassan mengulas isi kitab mengenai peran Ahmad Subardjo sebagai Menteri Luar Negeri pertama dalam membangun diplomasi Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Menurut Hassan, salah satu perihal nan menarik dari kitab tersebut adalah proses Ahmad Subardjo dalam membentuk identitas keindonesiaannya.

“Kalau saya membaca, menafsirkan titel kitab Kesadaran Nasional, first and foremost adalah gimana Pak Barjo mentransformasi diri menjadi Indonesia,” ujar Hassan.

Hassan juga menjelaskan kiprah Ahmad Subardjo sebagai Menteri Luar Negeri pertama berjalan dalam waktu nan relatif singkat. Meski demikian, terdapat sejumlah tugas besar nan kudu dijalankan pada periode awal berdirinya Republik Indonesia.

“Tidak banyak dalam masa 2,5 bulan, untuk beliau punya kiprah luas, padahal tugas besar, satu, menyebarluaskan buletin tentang proklamasi seluruh dunia, nan kedua memulai langkah oleh pengakuan bumi atas Republik Indonesia nan baru didirikan,” lanjutnya.

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dalam aktivitas peluncuran Otobiografi Ahmad Subardjo di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Perjuangan Diplomasi Era Ahmad Subardjo: Sebarluaskan Kemerdekaan RI

Dalam kesempatan tersebut, Hassan mengatakan diplomasi Indonesia nan saat itu dipimpin Ahmad Subardjo mempunyai tugas pertama untuk menyebarluaskan kemerdekaan Indonesia nan baru diproklamirkan.

“Tugas pertama diplomasi kita pada waktu itu adalah menyebarluaskan kemerdekaan nan baru kita proklamirkan,” ujar Hassan.

“Yang kedua memperoleh, memperjuangkan pengakuan masyarakat internasional terhadap Republik Indonesia nan baru diproklamasikan,” lanjutnya.

Menurutnya, perjuangan tersebut menghadapi tantangan nan lebih luas daripada sekadar mempertahankan kemerdekaan dari upaya Belanda untuk kembali berkuasa.

Ia mengatakan, Indonesia kala itu juga berhadapan dengan tatanan politik dan norma internasional nan belum mengakui kewenangan bangsa-bangsa terjajah untuk merdeka, terlebih di periode awal setelah Perang Dunia II.

“Karena nan kita musuh bukan Belanda saja. nan kita musuh adalah sistem politik dan norma bumi nan tidak mengakui kewenangan bangsa terjajah untuk merdeka,” tuturnya.

Karena itu, Hassan menilai upaya diplomasi Indonesia untuk memperoleh pengakuan internasional pada masa awal kemerdekaan bukan perkara mudah.

“Jadi lantaran itu perjuangan diplomasi ke arah memperoleh pengakuan menjadi sangat-sangat tidak mudah,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan